TRIBUN-MEDAN.com - DELI SERDANG — Belum genap 24 jam selesai dikerjakan, jalan yang baru diperbaiki di Jalan Garuda, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, justru mengalami kerusakan parah pada Rabu (4/11/2026) pagi.
Ironisnya, proyek pengecoran jalan sepanjang 30–35 meter yang menggunakan campuran semen, pasir, dan kerikil tersebut menyisakan permukaan bergelombang sepanjang 10 hingga 15 meter.
Kondisi tersebut tidak hanya mengecewakan masyarakat sekitar, tetapi juga mengancam keselamatan para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang melintas.
Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan jalan coran tampak memprihatinkan. Ketinggian permukaan yang tidak rata membuat sejumlah pemotor terpaksa menurunkan kedua kaki untuk menjaga keseimbangan agar tidak oleng. Sebagian pengendara lainnya bahkan nekat mengambil jalur berlawanan arah demi menghindari bagian jalan yang bergelombang.
Tak hanya bergelombang, bagian pinggir coran jalan juga terlihat berlubang dan memiliki perbedaan ketinggian yang cukup signifikan, sehingga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas jika pengendara kurang berhati-hati.
Di lokasi proyek, tidak terlihat satu pun pekerja yang bersiaga maupun menyempurnakan garapan. Pihak pelaksana proyek juga abai memasang rambu peringatan atau tanda bahaya di sekitar lokasi untuk mengimbau pengendara memperlambat laju kendaraan.
Kondisi ini memancing kekesalan para pengguna jalan. Beberapa pengendara yang melintas menyuarakan sindiran dan mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek yang terkesan asal jadi meski dibiayai anggaran negara.
Rizky, salah seorang pengendara motor yang saban hari melintasi kawasan tersebut, mendesak instansi pemerintah terkait untuk tidak tinggal diam dan segera memanggil pihak kontraktor pelaksana.
"Pihak terkait harus segera turun ke lokasi, memeriksa hasil pekerjaan, serta meminta kontraktor atau pemborong bertanggung jawab penuh membenahi kerusakan ini," tegas Rizky, Rabu (4/11/2026).
Persoalan pengerjaan jalan asal-asalan ini ternyata tidak hanya terjadi di Jalan Garuda. Tak jauh dari lokasi, tepatnya di depan Sekolah Swasta Parulian 2, pengerjaan pengecoran jalan dilaporkan hanya menyasar satu lajur saja, sementara lajur di sebelahnya dibiarkan rusak parah.
Pekerjaan yang telah berlangsung lebih dari sepekan tersebut tak kunjung tuntas dan terus mengganggu kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan.
Warga mengimbau Pemkab Deli Serdang dan dinas terkait untuk memperketat pengawasan proyek fisik di lapangan, agar pembangunan infrastruktur tidak sekadar mengejar target penyelesaian, tetapi juga menjamin standar mutu serta keselamatan masyarakat.
(Cr9/tribun-medan.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.