TRIBUNNEWS.COM – Di tengah badai kritik yang menerpa Manchester United pasca-kekalahan 2-0 dari Chelsea di Stamford Bridge (31/10), penyerang Setan Merah, Bryan Mbeumo, justru mencoba melihat dari sisi lainnya. 

Mbeumo menilai timnya menunjukkan progres nyata dari segi mentalitas dan kekompakan di bawah arahan Michael Carrick.

Melakoni laga pekan kesembilan Premier League 2026/2027, United sejatinya tampil menjanjikan di paruh pertama. 

Sejumlah peluang emas sempat ditebar melalui aksi Amad Diallo dan Mbeumo sendiri, namun papan skor tetap steril hingga turun minum.

Momentum pertandingan buyar total begitu memasuki babak kedua.

Chelsea langsung menghukum kelengahan lini belakang tamu lewat gol Morgan Rogers, sebelum Cole Palmer menggandakan keunggulan The Blues melalui eksekusi penalti.

Petaka Manchester United semakin sempurna ketika bek tengah Lisandro Martinez diusir keluar lapangan akibat menerima kartu kuning kedua pasca-pelanggaran menyikut Wesley Fofana saat duel udara.

Bermain dengan 10 orang praktis memupus asa skuad Carrick untuk bangkit di sisa laga.

Kekalahan ini membuat MU tertahan di posisi ke-17 dengan raihan 7 poin, sejajar dengan Crystal Palace yang nangkring di zona degradasi.

Catatan ini menjadi laju terburuk Manchester United dalam 42 tahun terakhir. MU pernah melewati catatan yang lebih parah dengan 10 laga tanpa kemenangan pada tahun 1984.

Selebrasi penyerang Man United, Bryan Mbeumo setelah mencetak gol ke gawang Arsenal di Emirates Stadium, Senin (26/1/2026). Laga tersebut selesai dengan skor 1-1 di babak pertama.
SELEBRASI - Selebrasi penyerang Man United, Bryan Mbeumo setelah mencetak gol ke gawang Arsenal di Emirates Stadium, Senin (26/1/2026). Laga tersebut selesai dengan skor 1-1 di babak pertama. (Instagram Manchester United)

Kendati demikian, Mbeumo menegaskan bahwa ruang ganti United tetap solid dan saling mendukung di tengah periode sulit ini.

"Sangat mengecewakan hari ini. Saya pikir kami bermain solid, terutama pada babak pertama. Kami masih mempercayai semua orang. Bahkan ketika ada pemain yang melakukan kesalahan, kami tetap berada di belakangnya," ujar Mbeumo kepada MUTV, dikutip dari Goal Internasional.

Dari sudut pandang taktis, Mbeumo menyoroti bahwa struktur permainan dan intensitas serangan Setan Merah sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa laga sebelumnya, di mana mereka sempat kesulitan merangkai peluang.

"Struktur permainan cukup bagus hari ini dan mentalitasnya juga. Jadi, masih ada hal positif yang bisa dibawa untuk beberapa hari ke depan," tambahnya.

Baca juga: Bumi dan Langit! Rekor 10 Tahun Manchester United Disikat Spurs, Setan Merah Justru Nyungsep

Usai menelan pil pahit di London Barat, Michael Carrick tidak punya banyak waktu untuk meratapi keadaan.

Terlebih, posisi Michael Carrick tengah menjadi sorotan setelah jajaran direksi Manchester United memberikan ultimatum agar sang pelatih segera menunjukkan perkembangan positif bersama tim.

Jadwal padat langsung menanti Setan Merah yang harus segera mengalihkan fokus menghadapi AS Roma di kompetisi Liga Champions 2026/2027, Rabu (4/11) pukul 02.00 WIB, serta ujian berat kontra Aston Villa di liga akhir pekan ini.

Michael Carrick dituntut membawa Manchester United meraih kemenangan saat menghadapi AS Roma demi mengakhiri rentetan sembilan pertandingan tanpa kemenangan.

Jika kembali menelan kekalahan, bukan tidak mungkin laga tersebut menjadi pertandingan terakhir Carrick sebagai pelatih Setan Merah.

(Tribunnews.com/Ali)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.