TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Warga Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali digegerkan dengan penemuan seorang kakek berusia 80 tahun yang tewas mengenaskan di belakang rumahnya.

Korban bernama Subar itu ditemukan dengan luka parah di bagian kepala pada Sabtu (31/10/2026).

Polisi menduga anak kandungnya sendiri berinisial JS terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal.

Di balik tragedi tersebut, warga mengungkap bahwa JS selama ini dikenal kerap mengamuk.

Bahkan JS disebut sering membawa batu dan kayu untuk mengancam maupun memukul orang di sekitarnya.

Kasus dugaan penganiayaan dalam keluarga tersebut kini ditangani Polres Boyolali.

Baca juga: Atlet Silat Jadi Korban Jambret, Satu Tendangan Bikin Pelaku Terjungkal Bersama Motornya

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Joni Aryanto mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian.

Petugas bersama tim Inafis kemudian melakukan olah TKP, mengamankan lokasi, serta mengevakuasi jenazah korban ke RSUD dr Moewardi Surakarta untuk menjalani autopsi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga korban meninggal akibat kekerasan menggunakan benda tumpul pada bagian kepala.

"Diduga pelaku memukul kepala korban menggunakan benda tumpul, yaitu batu," lanjutnya.

Berdasarkan penelusuran awal di lokasi, korban diduga terlebih dahulu mengalami penganiayaan di sebuah gang kecil di samping rumah.

Setelah itu, jasadnya diduga diseret hingga ke area belakang rumah.

Saat petugas tiba, JS sempat berusaha melarikan diri dengan melompat ke arah sungai kering yang berada di seberang rumah.

Namun, warga bersama polisi berhasil mengejar dan mengamankan pria tersebut.

Selanjutnya JS dibawa ke Polsek Wonosegoro untuk penanganan lebih lanjut.

Pelaku Kerap Mengamuk

Tragedi yang menimpa Subar ternyata bukan kali pertama membuat warga sekitar merasa khawatir terhadap perilaku JS.

Seorang warga setempat bernama Ngateni (38) mengungkapkan, JS dikenal sering mengamuk dan membawa benda-benda keras ketika keluar rumah.

Menurutnya, batu dan kayu hampir selalu dibawa JS. Benda-benda tersebut bahkan disebut kerap digunakan untuk mengancam maupun memukul orang lain.

"Suka ngamuk, kalau pergi-pergi bawa batu dan kayu, enggak pernah dilepas, buat mukul orang," ujar Ngateni.

Tidak hanya mengancam keselamatan warga, JS juga disebut beberapa kali merusak fasilitas umum dan rumah warga.

Benda keras yang dilemparkan pelaku dilaporkan pernah mengenai kaca dan tembok rumah tetangga.

Kondisi tersebut membuat warga merasa resah karena khawatir menjadi sasaran amukan berikutnya.

• Ansor Jateng Sesalkan Arogansi Aparat terhadap Ponpes Putri di Sukoharjo

Bukan Kejadian Pertama

Diketahui, Subar memiliki enam orang anak. Namun dari seluruh anaknya, hanya JS yang tinggal bersama kedua orangtuanya di rumah tersebut.

Menurut Ngateni, situasi di dalam keluarga juga kerap diwarnai pertengkaran akibat perilaku JS.

Bahkan, salah satu saudara JS bernama Sugeng disebut terpaksa diungsikan ke rumah kerabat lain karena sering menjadi sasaran amukan.

"Anaknya Mbah Subar enam, enggak di sini semua. Cuma Joko. Joko dan Sugeng."

"Sugeng diungsikan ke tempat mbok ciliknya karena diamuk terus. Jadi kalau di rumah gelut terus," ungkap Ngateni.

Ngateni juga menyebut, sebelum peristiwa yang menewaskan Subar terjadi, kakak kandung dan ayah JS pernah menjadi korban pemukulan.

Keduanya dilaporkan mengalami luka-luka hingga berdarah akibat tindakan tersebut.

Peristiwa yang menewaskan Subar kini menambah kekhawatiran warga Desa Garangan terhadap kondisi keamanan lingkungan.

Warga berharap kasus tersebut mendapat perhatian serius dari pihak terkait, terutama menyangkut penanganan terhadap JS yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Mereka juga berharap ada pemeriksaan dan penanganan lanjutan yang tepat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sementara itu, proses penyelidikan kepolisian dan pemeriksaan terhadap kondisi JS menjadi bagian penting untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang menyebabkan Subar meninggal. (*)

Sumber Kompas.com

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.