TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatat pertumbuhan bisnis positif sepanjang Januari-September atau sembilan bulan pertama 2026.

Hingga September 2026, Indosat berhasil membukukan pendapatan Rp45,8 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga melonjak 37,2 persen menjadi Rp4,9 triliun.

Laba bersih merupakan jumlah keuntungan yang diperoleh suatu perusahaan setelah total pendapatan dikurangi oleh seluruh beban, biaya operasional, harga pokok penjualan (HPP), bunga, dan pajak penghasilan dalam suatu periode tertentu.

Sementara itu, EBITDA Indosat tercatat mencapai Rp21,1 triliun.

EBITDA merupakan singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi).

Kinerja tersebut ditopang oleh bisnis inti telekomunikasi yang tetap kuat.

Indosat juga terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan memperkuat monetisasi layanan.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bisnis inti telekomunikasi menjadi fondasi utama bagi perusahaan dalam mempertahankan pertumbuhan sekaligus mengembangkan sumber pendapatan baru.

Menurutnya, perusahaan tetap berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta optimalisasi investasi pada jaringan dan spektrum.

“Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya. Investasi kami di bidang AI kini mulai menunjukkan kontribusi bisnis yang nyata,” kata Vikram dalam keterangan tertulis, diterima Tribun-Timur.com, Kamis (29/10/2026).

Dari sisi layanan seluler, rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) gabungan meningkat 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp46.000.

Pertumbuhan ARPU tersebut sejalan dengan peningkatan trafik data sebesar 16 persen menjadi 14.829 petabyte.

Indosat mengoptimalkan teknologi AI berbasis data untuk memahami perilaku pelanggan dan menghadirkan layanan yang lebih relevan.

Strategi tersebut didukung investasi berkelanjutan pada kualitas jaringan, pemanfaatan spektrum, serta pengembangan kapabilitas jaringan 5G.

Kembangkan Bisnis AI

Di luar bisnis telekomunikasi, Indosat juga mulai memperlihatkan kontribusi dari pengembangan bisnis kecerdasan buatan dan layanan cloud.

Pendapatan Indosat dari solusi AI Cloud tercatat mencapai 50 juta dollar AS selama sembilan bulan pertama 2026.

Angka tersebut melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang sebesar 28 juta dollar AS.

Indosat memperkirakan pendapatan AI Cloud dapat mencapai 100 juta dollar AS hingga akhir 2026.

Peningkatan ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan komputasi AI dan cloud.

Untuk memperkuat bisnis tersebut, Indosat tengah membangun ekosistem AI terintegrasi yang mencakup konektivitas, infrastruktur fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.

Indosat juga memanfaatkan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer milik RAIA Grid untuk memperkuat konektivitas antarinfrastruktur komputasi.

Selain itu, Zankore by Indosat dikembangkan sebagai infrastruktur AI generasi berikutnya dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW).

Indosat juga menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5.

Layanan ini memberikan akses terkelola kepada pelanggan korporasi terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu sistem terintegrasi.(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.