TRIBUNNEWS.COM - Pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi alias Herry IP, buka suara menanggapi kritik netizen terkait eksperimennya dalam merombak pasangan.
Herry IP menegaskan, bongkar pasang bukan keputusan permanen, melainkan upaya mencari kombinasi terbaik untuk memperkuat sektor ganda putra Malaysia.
Dikutip dari Utusan Malaysia, Herry IP menegaskan bahwa dirinya memahami kondisi dan kemampuan para pemain karena mendampingi mereka setiap hari.
"Sebagai pelatih, saya mungkin lebih tahu daripada para netizen di luar sana yang banyak bicara. Saya berada di sini setiap hari, dan tentu saja saya menginginkan yang terbaik untuk para pemain nasional," ujar Herry.
Mantan pelatih ganda putra Indonesia itu juga menjelaskan bahwa perubahan pasangan dilakukan untuk menguji kecocokan dan menemukan kombinasi yang paling efektif.
Menurutnya, proses tersebut membutuhkan waktu.
Baca juga: Chia/Soh Pantang Mundur meski Cedera, Gaspol di 3 Turnamen Asia demi BWF World Tour Finals 2026
Keputusan Herry IP merombak pasangan ganda putra Malaysia mulai membuahkan hasil.
Aaron Tai/Yap Roy King berhasil menjuarai Arctic Open 2026 level Super 500.
Aaron/King juara Arctic Open 2026 setelah mengalahkan pasangan Taiwan, Lai Po-yu/Tsai Fu-cheng, dengan skor 21-19, 21-19.
Setelah itu, giliran Man Wei Chong/Tee Kai Wun yang keluar sebagai juara French Open 2026 level Super 750.
Man/Tee juara French Open 2026 usai mengalahkan rekan senegaranya, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani, dengan skor 13-21, 21-15, 21-7.
Sebelumnya, ada Kai Wun Tee/Roy King Yap yang berhasil meraih gelar Korea Masters 2026 level Super 300.
Tee/King meraih gelar Korea Masters 2026 setelah mengalahkan sesama pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Soh Wooi Yik, dengan skor 21-13, 21-18.
Baca juga: Ranking BWF Pasca-French Open 2026: Christo Popov Ambil Alih Peringkat 1 Dunia, Ubed Naik 3 Tingkat
Herry IP kembali melakukan bongkar pasang dengan menyatukan Wan Arif Wan Junaidi dan Mohd Haikal Nazri setelah empat tahun berpisah.
Berdasarkan laporan The Star, Arif/Haikal akan turun di dua turnamen India, yakni Syed Modi International 2026 (24-29 November) dan Guwahati Masters 2026 (1-6 Desember).
Menurut Herry IP, Arif dan Haikal memiliki kualitas individu yang baik serta termasuk pemain senior di skuad nasional.
"Dari segi kualitas individu, keduanya adalah pemain bagus, jadi mengapa tidak mencoba mereka bersama lagi dan melihat bagaimana hasilnya?," ujar Herry.
Meski begitu, Herry IP belum memastikan apakah keduanya akan dipertahankan secara permanen.
Performa mereka di Syed Modi International dan Guwahati Masters akan menjadi bahan evaluasi.
Arif/Haikal pernah menjuarai Orleans Masters 2022 dan mencapai peringkat tertinggi dunia di posisi ke-38 sebelum akhirnya dipisahkan.
(Tribunnews.com/Isnaini)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.