TRIBUNGORONTALO.COM – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyambut baik audiensi mahasiswa Gerakan Institut yang menawarkan kolaborasi kegiatan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo.

Audiensi tersebut berlangsung di Rumah Dinas (Rudis) Gubernur Gorontalo pada Senin (26/10/2026), dengan membahas rencana pengangkatan delapan isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan daerah dan kepentingan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe. Ia menyatakan bahwa Gubernur Gusnar Ismail menyambut positif gagasan mahasiswa yang ingin berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Menurut Sultan, mahasiswa Gerakan Institut berencana mengangkat sejumlah isu, di antaranya kepemudaan, ekonomi kreatif, pendidikan, kesehatan, sumber daya manusia (SDM), serta ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

"Ada delapan isu yang mereka angkat, termasuk isu kepemudaan, ekonomi kreatif, pendidikan, kesehatan, kemudian SDM, IPTEK dan sebagainya," kata Sultan saat diwawancarai usai audiensi dengan Gubernur Gorontalo.

Ia menjelaskan, berbagai isu tersebut akan dikembangkan melalui penulisan esai. Hasil tulisan mahasiswa nantinya dihimpun menjadi laporan dan dibukukan.

"Jadi isu-isu ini nanti mereka akan buat dalam satu esai, mereka akan tulis, kemudian nanti mereka akan buat sebagai satu laporan dan itu nanti akan dibukukan," ujarnya.

Sultan mengatakan, Pemprov Gorontalo membuka peluang untuk mendukung rencana kegiatan tersebut. Namun, mahasiswa perlu menyampaikan konsep, bentuk kegiatan, serta jadwal pelaksanaan agar pemerintah dapat mempertimbangkan dukungan yang dibutuhkan.

"Nah, Pak Gubernur sangat menyambut baik kehadiran teman-teman mahasiswa dan ini nanti akan dibantu atau disupport oleh pemerintah," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah masih menunggu penyampaian rencana kegiatan dari mahasiswa, termasuk mengenai konsep acara yang akan dikemas dan waktu pelaksanaannya.

"Tinggal bagaimana mereka menyampaikan kemasan acaranya dan kapan dilaksanakan, itu kami tunggu," jelas Sultan.

Baca juga: Kesaksian Gadis Dilecehkan Pengurus Panti Asuhan Gorontalo: Tak Berani Melawan, Tubuh Mendadak Kaku

Selain rencana kolaborasi dengan Gerakan Institut, Sultan menegaskan bahwa Disparekrafpora Provinsi Gorontalo juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dan pemuda untuk bekerja sama dalam berbagai kegiatan.

Kolaborasi tersebut dapat mencakup kegiatan kepemudaan, pengembangan ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata.

"Dinas Disparekrafpora juga membuka seluas-luasnya kepada teman-teman mahasiswa, pemuda yang ingin berkolaborasi dengan pemerintah dalam event-event kepemudaan, event-event ekonomi kreatif, pariwisata," ungkapnya.

Sultan mengakui bahwa dukungan terhadap kegiatan mahasiswa dan pemuda akan disesuaikan dengan kemampuan serta ketersediaan anggaran pemerintah daerah.

"Itu mudah-mudahan kami dengan penganggaran yang ada, kami bisa men-support walaupun mungkin dengan keterbatasan yang ada," tuturnya.

Melalui rencana kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan dapat menyampaikan gagasan mengenai berbagai persoalan strategis di Gorontalo melalui tulisan dan kegiatan nyata yang melibatkan pemerintah daerah.

Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com di lokasi, Gubernur Gusnar Ismail menerima audiensi tersebut pada sore hari.

Pada kesempatan itu, para mahasiswa tidak hanya datang sendiri, melainkan didampingi oleh Kadis Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, serta sejumlah Juru Bicara (Jubir) Gubernur Gorontalo.

Kegiatan berlangsung hangat dan lancar. Di akhir acara, Gubernur Gusnar berfoto bersama dengan sedikitnya lima perwakilan mahasiswa. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.