JAKARTA - TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah Indonesia mengambil langkah mengurangi volume ekspor gas bumi ke Singapura mulai Sabtu (24/10/2026). Pengurangan pasokan tersebut dilakukan melalui dua jalur pipa utama yang menghubungkan wilayah Natuna dan Sumatera dengan Singapura.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Indonesia tetap menghormati perjanjian ekspor gas yang telah disepakati dengan Singapura. Bahlil menyampaikan pernyataan tersebut sebagai respons terhadap komentar Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mengenai kebijakan pasokan gas Indonesia.
Ia menegaskan pemerintah memahami ketentuan kontrak yang berlaku dan meminta agar Indonesia tidak diajari mengenai perjanjian yang telah disepakati. “Jangan ajari Indonesia pelajari kontrak,” tegas Bahlil.
Baca juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Suara soal Videonya Coba Tabung Oksigen yang Viral di Palangka Raya
Baca juga: Indonesia Pangkas Pasokan Gas ke Singapura, Begini Respons Menterinya, Singgung soal Harga Listrik
Pemerintah Indonesia menyatakan pengurangan sebagian pasokan gas bukan berarti mengabaikan kewajiban dalam kontrak. Kebijakan tersebut disebut berkaitan dengan pemeliharaan fasilitas serta meningkatnya kebutuhan gas untuk konsumsi dalam negeri. Di tengah sorotan hubungan energi kedua negara, pemerintah menegaskan pentingnya menghormati kesepakatan yang berlaku sekaligus mempertimbangkan kebutuhan domestik Indonesia.
Polemik ini pun menjadi perhatian karena Singapura selama ini mengandalkan pasokan gas dari Indonesia untuk memenuhi sebagian kebutuhan energinya. Pemerintah Indonesia menekankan bahwa kebijakan pasokan gas perlu mempertimbangkan komitmen kontrak, kondisi fasilitas, dan kepentingan nasional.
(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.