TRIBUNNEWS.COM - Nasib tragis menimpa remaja berinisial IRZ (16) di Surabaya, Jawa Timur.

Ia meninggal dunia setelah melakukan aksi heroik menyelamatkan keluarganya dari kebakaran.

Pada Minggu (25/10/2026), rumah keluarga IRZ yang berada di Jalan Sidotopo Kidul, Kelurahan/Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya dilalap si jago merah.

Kebakaran terjadi sekira pukul 03.15 WIB, saat IRZ dan keluarganya tengah tertidur lelap di rumah dua lantai tersebut.

Saat itu, IRZ menjadi orang pertama yang mengetahui kobaran api di lantai satu rumahnya.

Ia kemudian membangunkan kedua orang tua dan empat adiknya yang masih tertidur di lantai dua.

Di tengah situasi darurat itu, IRZ berusaha memastikan seluruh anggota keluarganya terbangun dan menyelamatkan diri dari kobaran api.

"Dia yang bangunin orang tuanya semuanya, dia itu udah bangun duluan. Orang tuanya masih tidur semua, bangunin adik-adik, bangunin semua," kata bibi korban, Kholifah dalam program Saksi Kata yang tayang di YouTube TribunJatim Official, Senin (26/10/2026).

Keluarga itu kemudian menyelamatkan diri dengan melompat dari teras lantai dua.

Bahkan, adik korban dilempar dari teras lantai dua yang berada di ketinggian sekitar empat meter.

Namun, IRZ justru tertinggal di dalam rumah yang dipenuhi asap pekat dan kobaran api.

Baca juga: Sosok IRZ, Remaja yang Tewas Usai Selamatkan Orangtua dan 4 Adik dari Kebakaran di Surabaya

"Lompat semua, adiknya dilempar dari atas. Dia yang tertinggal," terangnya.

Upaya remaja tersebut menyelamatkan keluarganya terbukti melalui temuan ponsel miliknya yang tergeletak tidak jauh dari jasadnya.

Kondisi layar ponsel tersebut retak.

Namun, fitur senter pada bagian belakang ponsel diketahui masih menyala.

Tubuh IRZ ditemukan di depan pintu teras lantai dua.

"Dia bangunin pakai HP, HPnya sudah rusak tapi senternya masih hidup."

"(Dia) ditemukan di depan pintu mau menyelamatkan diri," beber Kholifah.

Menurut Kholifah, tidak ditemukan luka bakar pada tubuh keponakannya itu.

Namun, kata dia, keluar darah dari hidung dan telinga remaja tersebut.

Ia menduga, keponakannya itu terlalu banyak menghirup asap kebakaran.

Api Muncul dari Lantai Satu

Kepala Bidang Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Muhammad Rokim mengatakan, api pertama kali muncul dari lantai satu.

Diketahui, lantai satu rumah tersebut difungsikan sebagai tempat penyimpanan besi tua dan material rongsokan.

Menurut Rokim, api cepat menyebar karena banyak material yang mudah terbakar di lantai satu.

Pihaknya mengerahkan sedikitnya sembilan unit armada pemadam kebakaran ke lokasi.

Pemadaman dilakukan mulai pukul 03.19 WIB dan api berhasil dipadamkan sekira pukul 03.30 WIB.

"Berkat respons cepat dan kerja keras petugas di lapangan, kobaran api utama berhasil dijinakkan dalam waktu singkat," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Minggu (25/10/2026). 

Saat menyisir lokasi, petugas menemukan seorang remaja dalam kondisi sudah tidak bernyawa di lantai dua yang difungsikan sebagai tempat tinggal.

"Korban meninggal dunia ditemukan di lantai dua, tepatnya di depan pintu teras," kata Rokim.

Sementara itu, Rokim belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut.

"Belum diketahui. Ranahnya Polisi," pungkasnya. 

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJatim.com/Luhur Pambudi)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.