TRIBUNTRENDS.COM - Pemerintah Korea Selatan memberikan hibah berupa 11 unit bus listrik dan enam fasilitas pengisian daya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui proyek Bali E-Mobility.
Dikutip dari Kompas.com pada 23 Oktober 2026, bantuan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan transportasi publik ramah lingkungan sekaligus mengurangi emisi dari kendaraan berbahan bakar fosil.
Gubernur Bali I Wayan Koster meresmikan pengoperasian armada bus listrik tersebut di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (22/10/2026).
Program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas serta Global Green Growth Institute (GGGI).
Baca juga: Waterbom Bali Dinobatkan sebagai Waterpark Terbaik di Asia 2026, Kalahkan Singapura hingga China
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, penggunaan bus listrik menjadi salah satu langkah untuk mempercepat peralihan menuju transportasi yang lebih bersih di Pulau Dewata.
Menurut Koster, hasil studi yang dipaparkannya menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen polusi udara di Bali bersumber dari pembangkit listrik dan sektor transportasi yang masih menggunakan bahan bakar fosil.
“Oleh sebab itu, kebijakan ini kita percepat,” kata Koster, Jumat (23/10/2026).
Ia mengajak masyarakat mulai beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai.
Pemerintah Provinsi Bali juga berupaya memperluas pemanfaatan energi bersih sebagai bagian dari kebijakan menjaga kualitas lingkungan.
Koster menjelaskan, bus listrik yang diterima telah memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Bodi bus diproduksi di Indonesia, sedangkan sasisnya berasal dari Korea Selatan.
Dari sisi desain, b
Sebanyak 11 bus listrik dalam program Bali E-Mobility akan dioperasikan untuk melayani Koridor 1 Trans Sarbagita.
Rute perjalanan pulang pergi sepanjang 53 kilometer ini menghubungkan GOR Ngurah Rai dengan kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) melalui Universitas Udayana.
Sepanjang jalur tersebut terdapat 56 halte yang mendukung pelayanan transportasi publik.
Kehadiran armada baru ini diharapkan dapat memperluas pilihan transportasi umum bagi masyarakat sekaligus menyediakan layanan perjalanan yang lebih ramah lingkungan.
Satu unit bus juga dirancang untuk mengakomodasi penumpang pengguna kursi roda. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas transportasi publik bagi masyarakat dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda.
Untuk mendukung operasional 11 bus listrik, proyek Bali E-Mobility dilengkapi enam unit pengisi daya cepat atau fast charger merek Chaevi dengan kapasitas 100 kilowatt (kW).
Tiga unit pengisi daya ditempatkan di depo Dinas Perhubungan Provinsi Bali untuk mendukung pengisian baterai pada malam hari.
Sementara itu, tiga unit lainnya dipasang di GOR Ngurah Rai untuk menunjang kebutuhan operasional harian.
Proyek ini turut dilengkapi Sistem Manajemen Armada atau Fleet Management System (FMS). Sistem tersebut memungkinkan pemantauan operasional bus dan fasilitas pengisian daya sehingga pengelolaan armada dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Dalam proses produksinya, proyek ini melibatkan industri Korea Selatan dan Indonesia. Sasis bus dibuat di Korea Selatan, sedangkan bodi serta interiornya dikerjakan di Indonesia oleh perusahaan karoseri Laksana.
Kolaborasi tersebut juga membuka ruang keterlibatan industri nasional dalam pengembangan kendaraan listrik untuk transportasi publik.
Pemprov Bali sebenarnya telah memiliki landasan kebijakan untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai.
Namun, pelaksanaannya sempat terkendala pandemi Covid-19. Kini, pemerintah daerah kembali mempercepat implementasi kebijakan tersebut melalui pengembangan transportasi publik berbasis listrik.
Selain mendorong elektrifikasi kendaraan, Pemprov Bali juga mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Pemerintah pusat disebut telah mengalokasikan kapasitas 1.000 megawatt untuk pengembangan PLTS di wilayah Jembrana dan Gilimanuk. Proyek tersebut masih dalam proses perizinan dan diharapkan mulai dilaksanakan pada 2027.
Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung transisi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi berbahan bakar fosil.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, Bali E-Mobility merupakan wujud kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan dalam mendorong peralihan dari energi fosil menuju energi bersih.
Ia berharap pengalaman pelaksanaan program di Bali dapat menjadi contoh pengembangan kebijakan transportasi ramah lingkungan yang dapat diterapkan secara bertahap di daerah lain.
Pambudy juga menilai filosofi Tri Hita Karana, yang mengajarkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, turut menyampaikan harapan agar pengalaman Korea Selatan dalam pengembangan teknologi dan kebijakan transportasi hijau dapat mendukung transisi Bali menuju sistem transportasi rendah karbon.
Menurutnya, proyek ini juga berpotensi memperkuat kerja sama kedua negara dalam bidang iklim dan teknologi.
Melalui proyek Bali E-Mobility, pemerintah berharap penggunaan kendaraan listrik pada layanan transportasi umum dapat membantu menekan emisi, menjaga kualitas udara, dan mendukung pembangunan rendah karbon.
Kehadiran bus listrik juga diharapkan mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan transportasi publik dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan dukungan infrastruktur pengisian daya, sistem pemantauan armada, serta kerja sama lintas negara, proyek ini menjadi bagian dari upaya pengembangan mobilitas yang lebih ramah lingkungan di Bali.
Pemerintah Provinsi Bali pun menargetkan percepatan pemanfaatan energi bersih dan kendaraan listrik dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.
(TribunTrends.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.