TRIBUNNEWS.COM - Sebuah video yang memperlihatkan air terjun seolah jatuh langsung dari langit viral di media sosial.

Pemandangan tak biasa itu terlihat di depan Gua Casa de Pedra, Brasil, dengan lengkungan cahaya warna-warni menyerupai pelangi di atasnya.

Dalam rekaman tersebut, aliran air tampak turun dari tebing batu yang menjulang tinggi di depan pintu masuk gua.

Perpaduan air, bebatuan, dan cahaya membuat pemandangan itu seolah-olah berasal dari negeri dongeng.

Dikutip dari Viory, video tersebut memperlihatkan aliran air sempit dengan lingkaran cahaya warna-warni yang membentang di langit.

Rekaman itu diambil oleh fotografer sekaligus petualang Giba Morais di Gua Casa de Pedra, Iporanga, pedalaman negara bagian Sao Paulo, Brasil.

Namun, air terjun yang tampak jatuh dari langit itu bukanlah fenomena yang benar-benar terjadi.

Menurut laporan Folha Vitória, kesan tersebut muncul akibat sudut pengambilan gambar yang membuat aliran air, bukaan gua, dan langit seolah berada dalam satu garis.

Sudut pengambilan gambar membuat jarak antara aliran air dan tebing tampak samar.

Akibatnya, aliran air yang berada di depan gua terlihat seperti jatuh dari awan menuju pintu masuknya.

Lengkungan cahaya warna-warni yang terlihat di atas gua turut memperkuat kesan tersebut.

Efek optik ini diduga terbentuk dari interaksi sinar matahari dengan tetesan air kecil di udara yang membiaskan dan memantulkan cahaya.

Baca juga: Sempat Viral karena Masalah Rumah Tangga, 3 Wanita Ini Sukses Jadi Model Berkat Shella Saukia

Penampakan lengkungan cahaya bergantung pada posisi matahari dan pengamat.

Karena itu, bentuknya dapat berubah atau bahkan menghilang ketika sudut pandang bergeser.

Bukaan Gua Mencapai 197 Meter

Efek visual dalam video tersebut juga didukung oleh ukuran Gua Casa de Pedra yang memiliki bukaan sangat besar.

Bukaan gua itu memiliki ketinggian 197 meter.

Ukuran tersebut diungkap dalam penelitian Institut Ilmu Geologi Universitas Sao Paulo (USP) yang diterbitkan pada Februari 2026.

Untuk mengukur bukaan gua, para peneliti menggunakan teknologi pemetaan laser dengan bantuan drone hingga menghasilkan model tiga dimensi kawasan tersebut.

Bukaan yang menjulang tinggi membuat aliran air di depannya tampak semakin kecil jika dibandingkan dengan dinding batu.

Ketika direkam dari sudut tertentu, perbedaan skala ini membuat air seolah-olah melayang jauh di atas pengamat.

Penelitian USP juga mengkaji risiko banjir di dalam gua dengan mempertimbangkan curah hujan dan karakteristik medan.

Faktor tersebut menjadi perhatian penting bagi keselamatan orang yang beraktivitas di lingkungan bawah tanah.

Bagian Dalam Gua Ditutup untuk Umum

Meski pemandangannya menarik perhatian di media sosial, bagian dalam Gua Casa de Pedra tidak dibuka untuk kunjungan umum.

Akses ke bagian dalam gua ditutup setelah banjir bandang menerjang sekelompok orang pada 2003.

Dua orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Saat ini, akses ke bagian dalam gua dibatasi untuk peneliti yang berwenang dan anggota Pertahanan Sipil.

Gua Casa de Pedra berada di kawasan Taman Wisata Negara Alto Ribeira atau PETAR, di Lembah Ribeira, Brasil.

Baca juga: Kucing Cimi yang Sempat Viral Dibawa Abang Mi Ayam Ditemukan Selamat

Meski bagian dalam gua ditutup, kawasan PETAR memiliki sejumlah area dan objek wisata lain dengan aturan kunjungan yang berbeda-beda.

Karena itu, pemandangan yang viral di media sosial tidak berarti pengunjung dapat memasuki gua secara bebas.

Pengunjung tetap harus mematuhi aturan pengelola dan ketentuan keselamatan yang berlaku.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.