TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Anggota Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) dari Endri's Foundation, Samsul Hadi, menyoroti pentingnya sistem evakuasi yang inklusif bagi penyandang disabilitas fisik saat terjadi bencana.

Menurut Samsul, penyandang disabilitas fisik dapat menghadapi hambatan mobilitas ketika harus menyelamatkan diri.

Sebagian membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tempat aman sehingga proses evakuasi perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.

Hal tersebut disampaikan Samsul dalam pembahasan mengenai sistem peringatan dini inklusif dalam program Trilogi Tribun Lombok (Dialog dan Inspirasi) bertema “Peringatan Dini Inklusif: Bagaimana Penyandang Disabilitas Merespons Peringatan Dini?” yang tayang di YouTube pada Selasa (20/10/2026).

“Saya sebagai penyan disabilitas fisik sebenarnya tidak ada kendala baik secara audio dan visual, nah namun hambatan terbesar ketika penyandang disabililitas fisik saat kecepatan untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain,” ungkap Samsul.

Baca juga: BPBD NTB Perkuat Peringatan Dini Bencana yang Ramah Disabilitas

Samsul mengatakan, salah satu aspek penting dalam penanggulangan bencana inklusif adalah pendataan penyandang disabilitas secara terperinci, termasuk jenis disabilitas, lokasi tempat tinggal, usia, jenis kelamin, serta alat bantu yang digunakan.

“Di sini kan ada teman-teman ragam disabilitas saya belum persis melihat secara mendalam sih aplikasi ini tapi aplikasi ini harus memberikan informasi untuk teman-teman tuli terutama untuk teman-teman netra harus ada simbol pengeras suara di sana karena teman-teman netra kan tidak bisa membaca langsung,” ucapnya.

Pendataan tersebut diperlukan agar petugas dapat mengetahui siapa saja yang membutuhkan bantuan dan menentukan langkah evakuasi yang sesuai ketika bencana terjadi.

Selain itu, Samsul menekankan pentingnya penyebaran informasi kebencanaan hingga tingkat desa. Menurut dia, sosialisasi peringatan dini tidak boleh hanya menyasar organisasi penyandang disabilitas atau anggota ULD PB, tetapi juga harus menjangkau penyandang disabilitas secara luas.

Dengan demikian, mereka dapat mengetahui ancaman bencana yang berpotensi terjadi serta memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan diri.

“Kami di ULD harapannya segera mendapat pemahaman secara masif untuk seluruh disabilitas di desa-desa dan di mana pun mereka berada,” pungkasnya.

(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.