TRIBUNJOGJA.COM - Ratusan warga tampak antusias mendatangi deretan stan pelayanan dalam gelaran Festival Layanan Publik, di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Minggu (11/10/26) pagi.

Agenda yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta.

​Berbagai layanan gratis diboyong langsung ke ruang publik, mulai dari cek kesehatan gratis (CKG), aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital, hingga layanan bersih telinga. 

Cek kesehatan gratis 

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, mengatakan antusiasme masyarakat untuk mengakses CKG jauh melampaui target 270 orang, selaras dengan angka HUT ke-270 Kota Yogyakarta.

​Adapun pemeriksaan CKG meliputi tinggi dan berat badan, skrining kesehatan jiwa, cek laboratorium dasar (tekanan darah, gula darah, dan kolesterol), pemeriksaan dokter, hingga konsultasi gizi.

Menariknya, layanan komplet cuma-cuma tersebut dapat diakses seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali, tidak membedakan KTP Kota Yogyakarta mapun bukan.

​"Masyarakat memang kelihatannya lebih senang ketika kami yang mendekatkan pelayanan. Padahal, sebetulnya di Puskesmas kami juga melayani CKG dan cek kesehatan lansia di wilayah," terangnya.

​Selain CKG, layanan cenderung unik yang menyedot perhatian warga untuk berbondong-bondong datang dan mengaksesnya adalah bersih-bersih telinga gratis. 

Direktur RSUD Kota Yogyakarta, Ariyudi Yunita, menuturkan, kuota 160 peserta yang disediakan panitia pun langsung ludes terisi dalam beberapa jam saja.

​"Ini menjadi sesuatu yang baru di masyarakat. Kita harus rutin menjaga kebersihan telinga. Infeksi pada telinga bisa menyebabkan cairan dari dalam keluar, sehingga menjadi gangguan pada pendengaran," jelasnya.

Layanan perlinsos

Selain di sektor kesehatan, dalam festival ini, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta membuka layanan pendaftaran Perlinsos.

Plt  Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari, mengungkapkan, pendaftaran Perlinsos digital disiapkan untuk mendukung skema pemberian bantuan sosial tahun 2027 mendatang yang terintegrasi penuh dengan IKD.

​Melalui portal Perlinsos digital, masyarakat miskin dan rentan yang ber-KTP Kota Yogyakarta dapat mengajukan atau memperbarui data diri sebagai calon penerima bansos.

Setelah Festival Layanan Publik rampung, masyarakat tetap bisa mendaftar di Kantor Dinsosnakertrans atau melalui 120 agen Perlinsos yang tersebar. 

​"Bagi yang tidak masuk desil satu sampai lima bisa dicek apakah dia berhak mendapatkan bantuan atau tidak. Tapi kalau yang terdaftar di desil satu sampai lima, otomatis nanti di 2027 semua bantuan pakai Perlinsos, pemberian bantuannya hanya pakai KTP," katanya.

​Sementara, salah satu warga yang memanfaatkan layanan bersih-bersih telinga, Dwi Arifin, mengaku menyambut baik gelaran Festival Layanan Publik semacam ini.

Terlebih, layanan yang diaksesnya tersebut cenderung cukup jarang dijumpai di tengah masyarakat, dengan nilai kemanfaatan yang ternyata luar biasa besar.

​"Ini bermanfaat untuk masyarakat, dan sangat berguna. Harapan saya bisa diperluas informasinya ke masyarakat, biar semua teredukasi dan bisa tersadarkan untuk peduli kesehatan telinga," tuturnya. (aka)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.