TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 276 warga yang terdiri dari siswa dan orang tua dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di wilayah Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, makanan MBG tersebut dibagikan kepada penerima manfaat pada Selasa (22/9/2026).

Para siswa kemudian menyantap makanan yang diterima dari sekolah sekitar pukul 11.00 WIB.

Keluhan kesehatan baru muncul beberapa jam setelah makanan dikonsumsi. Sejumlah warga mulai merasakan mual hingga pusing pada Selasa sore sampai malam.

Menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi, telur bolognaise, mix sayur, tahu mendoan, dan anggur.

Selain anak-anak yang menyantap makanan di sekolah, sejumlah orang tua juga mengalami keluhan setelah mengonsumsi sisa makanan MBG yang dibawa pulang oleh anak mereka.

“Orang tua memakan dari sisa anak,” ucapnya.

Baca juga: 20-30 SPPG Kena Suspend Setiap Hari, BGN Ungkap Dapur MBG yang Bermasalah

Suyono menjelaskan, sebagian makanan tersebut dibawa pulang oleh anak setelah menerima dan mengonsumsi MBG di sekolah.

Telur kemudian turut disebut oleh warga sebagai salah satu makanan yang mereka santap. Meski demikian, pemerintah belum memastikan adanya menu tertentu, termasuk telur, sebagai penyebab dugaan keracunan.

Untuk memastikan penyebabnya, sampel makanan telah dikumpulkan dan selanjutnya diperiksa melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Batang.

Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi maupun faktor lain yang berkaitan dengan makanan tersebut.

“Kalau ada salah dari masak atau yang bersifat tidak sehat, akan menimbulkan keracunan. Ini rawan sekali,” kata Suyono.

Korban Berdatangan ke Rumah Sakit

Jumlah warga yang mengalami keluhan kesehatan terus bertambah hingga Rabu (23/9/2026).

Berdasarkan pantauan Tribunjateng, sejumlah ambulans mulai tiba di RSUD Kabupaten Batang sekitar pukul 19.13 WIB pada Rabu malam.

Sekitar pukul 21.04 WIB, jumlah warga yang tercatat mengalami keluhan telah mencapai 276 orang.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena SPPG yang diduga berkaitan dengan pembagian makanan itu memiliki cakupan layanan sekitar 2.700 penerima manfaat.

Namun, angka 2.700 tersebut bukan jumlah warga yang mengalami dugaan keracunan.

Jumlah tersebut merupakan keseluruhan penerima manfaat yang masuk dalam wilayah pelayanan SPPG. Sementara itu, 276 orang merupakan warga yang telah tercatat mengalami keluhan kesehatan.

Setidaknya ada 11 satuan pendidikan dan lembaga yang berada dalam cakupan layanan SPPG tersebut.

Baca juga: Siswa SD di Lampung Meninggal Dunia Imbas Tersedak Biji Kelengkeng MBG

Lembaga pendidikan tersebut yakni TK Al Ikhlas, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotaayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.

Seiring bertambahnya jumlah warga yang mengalami keluhan, pemerintah kini melakukan pemantauan terhadap penanganan korban sekaligus mengevaluasi proses pengolahan dan distribusi makanan MBG.

Keamanan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat juga menjadi perhatian pemerintah untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

“Perkembangan tetap kita tunggu. Yang penting kita prihatin bersama. Semoga kejadian ini kejadian yang terakhir,” kata Suyono kepada Tribunjateng, Rabu (23/9/2026).

Puluhan Orang Dirawat di Rumah Sakit

KERACUNAN MBG - Suasana beberapa pasien dilarikan di RSUD Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah mengkonsumsi MBG, Rabu (23/9/2026).
KERACUNAN MBG - Suasana beberapa pasien dilarikan di RSUD Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah mengkonsumsi MBG, Rabu (23/9/2026). (Tribunnews/Tribun Jateng/Tito Isna Utama)

Sebelumnya, ketika jumlah warga yang mengalami keluhan masih tercatat sebanyak 87 orang, sebagian besar berasal dari Desa Pasusukan.

Rinciannya, 73 warga berasal dari Desa Pasusukan, sedangkan 14 orang lainnya berasal dari Desa Bawang.

Pada saat itu, enam warga harus menjalani rujukan ke Rumah Sakit Baitus Syifa Limpung, sementara 24 orang dibawa ke RSUD Limpung.

Selain itu, dua warga mendapat penanganan di Puskesmas Subah.

Warga lainnya memperoleh perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bawang, baik untuk rawat jalan maupun rawat inap.

Dalam perkembangan selanjutnya, sekitar 20 warga juga tercatat menjalani penanganan di RSUD Batang.

Baca juga: 57 Pelajar Kendari Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Akui Lalai Olah Tuna 

Pemerintah terus mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien dengan memantau kapasitas fasilitas kesehatan yang tersedia.

Jika kapasitas rumah sakit sudah tidak mencukupi, pasien nantinya dapat dialihkan ke puskesmas yang memiliki layanan rawat inap.

“Kalau di Batang semua penuh, tinggal nanti lari ke puskesmas yang rawat inap,” jelasnya.

(TribunJateng.com/Tito Isna Utama)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.