TRIBUNNEWS.COM - Inilah terjemahan lirik lagu Metropolis - Part 1 dari Dream Theater.
Lagu ini sebenarnya berjudul panjang, yakni Metropolis - Part 1: The Miracle and the Sleeper.
Metropolis ini menjadi salah satu lagu paling ikonik dari Dream Theater.
Dirilis pada tahun 1992, Metropolis - Part 1: The Miracle and the Sleeper ini masuk dalam album Images and Words.
Bukan hanya sebuah lagu masterpiece bergenre progressive metal saja, lagu ini juga jadi fondasi cerita yang berkembang menjadi album konsep Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory yang rilis tahun 1999.
Lagu ini ditulis oleh John Petrucci, dengan lirik yang penuh metafora tentang cinta, konflik, dan spiritualitas.
Meski awalnya hanya "Part 1", namun sebenarnya Dream Theater tidak berencana membuat kelanjutannya.
Portnoy dalam wawancaranya di Youtube Drumeo pernah menjelaskan bahwa kata "Part 1" tersebut awalnya hanya lelucon/prog-rock joke saja.
Para member Dream Theater ini memang penggemar band progressive yang suka membagi cerita menjadi beberapa bagian.
Namun, karena lagu ini meledak, fans pun terus menagih "Part 2", akhirnya permintaan untuk sequel lagu ini pun muncul hingga lahirlah album Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory yang rilis tahun 1999.
Baca juga: Terjemahan Lirik Lagu Under a Glass Moon dari Dream Theater: Tell Me, Remind Me
The smile of dawn
Senyum fajar
Arrived early may
Tiba awal Mei
She carried a gift from her home
Dia membawa oleh-oleh dari kampung halamannya
And of sorrow and pain
Dan tentang kesedihan dan rasa sakit
She′ll never outgrow
Dia tidak akan pernah bosan
Death is the first dance, eternal
Kematian adalah tarian pertama, abadi.
When i feel alone and afraid
Saat aku merasa sendirian dan takut
I was told if you dream of the next world
Saya diberi tahu bahwa jika Anda bermimpi tentang dunia selanjutnya
You′ll find yourself
Kamu akan menemukan dirimu sendiri
Swimming in a lake of fire
Berenang di danau api
As a child
Sebagai seorang anak
I thought i could live without pain
Kupikir aku bisa hidup tanpa rasa sakit
Without sorrow
Tanpa kesedihan
But as a man
Namun sebagai seorang pria
I've found it′s all caught up with me
Aku menyadari bahwa semua itu telah menimpaku.
I'm asleep yet i′m so afraid
Aku tertidur, namun aku sangat takut.
Somewhere, like a scene from a memory (scene from a memory)
Di suatu tempat, seperti adegan dari sebuah kenangan (adegan dari sebuah kenangan)
There's a picture worth a thousand words (thousand words)
Sebuah gambar bernilai seribu kata (seribu kata)
Eluding stares from faces before me (faces before me)
Menghindari tatapan dari wajah-wajah di hadapanku (wajah-wajah di hadapanku)
It hides away and will never be heard of again
Ia bersembunyi dan tak akan pernah terdengar lagi kabarnya.
Deceit is the second without end
Tipu daya adalah hal kedua yang tak ada habisnya
The city′s cold blood teaches us to survive
Kekejaman kota ini mengajarkan kita cara bertahan hidup.
Just keep my heart in your eyes and we'll stay alive
Tetaplah menatap hatiku di matamu dan kita akan tetap hidup.
The third arrives
Yang ketiga tiba
Before the leaves have fallen
Sebelum daun-daun berguguran
Before we lock the doors
Sebelum kita mengunci pintu
There must be the third and last dance
Pasti ada tarian ketiga dan terakhir.
This one will last forever
Yang ini akan bertahan selamanya.
Metropolis watches and thoughtfully smiles
Metropolis mengamati dan tersenyum penuh pertimbangan.
She's taken you to your home
Dia telah mengantarmu pulang
It can only take place
Hal itu hanya bisa terjadi
When the struggle between
Ketika perjuangan antara
Our children has ended
Anak-anak kita telah berakhir
Now the miracle and the sleeper know
Kini keajaiban dan si tertidur telah tahu.
That the third is love
Bahwa yang ketiga adalah cinta
Love is the dance of eternity
Cinta adalah tarian keabadian
(Tribunnews.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.