BANGKAPOS.COM - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dikenal sangat fleksibel dalam menerapkan taktik dan strategi permainan di tengah lapangan.
Eks pelatih Timnas Kanada ini tidak mengandalkan formasi tertentu yang terkesan kaku.
John Herdman kerap mengubah bentuk permainan di tengah laga menyesuaikan lawan yang dihadapi dan kondisi permainan tim.
Setidaknya ada empat opsi formasi yang biasa dipakai oleh juru taktik asal Inggris ini meliputi 4-4-2, 4-3-3, 3-4-3 dan 3-5-2.
Formasi 4-3-3 sering dipakai patih asal Inggris tersebut saat menghadapi lawan seperti Vietnam.
Taktik John Herdman mampu beralih dari empat pemain belakang ke tiga pemain belakang secara dinamis.
Ia juga memperhatikan transisi pertahanan, memperbaiki progresi bola agar tidak mudah ditebak, serta meningkatkan fleksibilitas struktur permainan.
Timnas Indonesia diperkuat 12 pemain diaspora untuk FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan dihelat pada 25 September hingga 5 Oktober mendatang.
Sisanya adalah pemain lokal dan pemain naturalisasi yang kini merumput di Super League kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Para pemain diaspora tersebut mengisi seluruh lini skuad Garuda.
Bahkan pemain diaspora itu bisa dibentuk satu tim sebagai starter. Jika itu dilakukan John Herdman, komposisi skuad Garuda terbilang menakutkan bagi tim lawan.
Di posisi penjaga gawang ada dua nama yakni Emil Audero dan Maarten Paes.
Emil Audero pemain naturalisasi yang baru saja pindah ke klub La Liga Spanyol, Rayo Vallecano, bisa jadi starter jika John Herdman memainkan formasi 3-4-3.
Pemain diaspora di skuad Garuda paling banyak di lini pertahanan tercatat ada enam pemain.
Mereka antara lain Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach, Jerman), Dean James (Go Ahead Eagles, Belanda), Elkan Baggott (Millwall, Inggris), Justin Hubner (Fortuna Sittard, Belanda), Nathan Tjoe-A-On (Willem II, Belanda) dan Calvin Verdonk (LOSC Lille, Prancis).
Dengan formasi 3-4-3, Calvin Verdonk bisa diplot sebagai bek kiri, Elkan Baggott center beck, dan Justin Hubner bek kanan.
Di lini tengah ada Dean James yang biasa beroperasi di lini sayap kiri, Thom Haye dan Joey Pelupessy di sektor tengah, plus Kevin Diks di sisi kanan.
John Herdman bisa menurunkan trio penyerang yakni Ragnar Oratmangoen di kiri, Ole Romeny sebagai target man dan penyerang sayap anyar Luke Vickery di kanan.
Luke Vickery penyerang sayap muda berusia 20 tahun ini baru menjalani proses naturalisasi menjadi WNI pada 16 Juli 2026.
Luke Vickery digadang-gadang jadi andalan lini serang Timnas Indonesia.
Pemain kelahiran Hawaii, AS, ini belum pernah bermain bersama Timnas senior Indonesia, tetapi ia pernah beberapa kali terlihat menjalani sesi latihan bersama skuad Garuda.
Ia ingin segera merasakan atmosfer pertandingan bersama Timnas Indonesia, terlebih kesempatan tampil di hadapan langsung para pendukung Garuda.
“Ini turnamen pertama saya bersama tim nasional Indonesia dan pengalaman merasakan gejolak bersama tim," ujar Vickery pada Minggu (20/9/2026) dikutip dari Bolasport.
"Ini akan menjadi hal spesial bagi saya di depan para fans,” imbuhnya.
Sang penyerang juga berambisi mengangkat trofi bersama suporter di GBK.
“Saya tidak sabar menunggu," ujar pemain Macarthur tersebut.
"Saya menunggu support bersama dari para fans di GBK untuk mengangkat trofi bersama."
"Mari wujudkan hal itu secara bersama-sama,” ujarnya.
Sebelum jadi WNI, ia pernah tampil membela Timnas U-19 Australia.
Ia mencatatkan 4 penampilan dan 1 gol bersama Australia U-19 pada ajang ASEAN U-19 Boys Championship (Piala AFF U-19) 2024 di Surabaya, Indonesia.
Luke Vickery saat ini membela klub Macarthur FC di kompetisi tertinggi Australia, A-League Men.
Luke Vickery dikenal sebagai pemain sayap kanan (right winger) yang eksploitasi kecepatan dan agresivitas serangan.
Memiliki postur tubuh yang ideal untuk seorang pemain sayap (183 cm), ia mengombinasikan keunggulan fisik dengan keterampilan sepak bola modern khas Australia.
Senjata utama Vickery adalah kecepatannya saat menyisir pinggir lapangan. Ia sangat berbahaya dalam situasi transisi atau serangan balik cepat untuk membongkar pertahanan lawan.
Ia juga memiliki kemampuan menggiring bola atau dribbling yang baik dan berani berduel satu lawan satu untuk melewati bek lawan.
Karakteristik agresifnya kerap digunakan untuk menusuk dari sisi lapangan langsung ke arah kotak penalti.
Sepakannya ke arah gawang kawan sangat keras yang tak jarang berbuah gol.
Umpan-umpannya dari sisi sayap juga tajam menusuk jantung pertahanan lawan yang siap disambut koleganya di mulut gawang.
Luke Vickery sangat cerdik membaca celah dan melakukan tusukan tanpa bola di belakang garis pertahanan musuh demi menyambut umpan-umpan terobosan.
Meski posisi alaminya berada di sayap kanan, Vickery juga memiliki fleksibilitas untuk dimainkan di sayap kiri (left winger) maupun sebagai penyerang tengah (centre-forward).
Gaya main Vickery yang eksplosif dinilai oleh para pengamat sepak bola sangat cocok dengan skema formasi 3-4-3 atau 4-3-3 yang kerap diterapkan di Timnas Indonesia.
Karakternya sebagai winger modern terbukti mampu menambah daya dobrak pertahanan lawan sekaligus memberikan opsi variasi serangan baru dari sektor sayap skuad Garuda.
John Herdman juga bisa menerapkan formasi awal 3-5-2 sebelum melakukan perubahan strategi di tengah permainan.
Marteen Paes kiper Ajax Amesterdam bisa jadi starter di bawah mistar gawang Garuda.
Justin Hubner, Elkan Baggott dan Kevin Diks di barisan pertahanan.
Elkan Baggott bek Millwall klub sepak bola kasta kedua Inggris bakal menjadi pengganti sang kapten, Jay Idzes yang dibekap cedera.
Elkan dibantu dua bek sayap, Justin Hubner di sektor kiri dan Kevin Diks di kanan.
Lima pemain bisa diturunkan sekaligus di lini tengah.
Dean James di kiri, Thom Haye sang jenderal lapangan tengah, Ragnar Oratmangoen gelandang serang, Joey Pelupessy sebagai gelandang jangkar, dan Calvin Verdonk di sektor sayap.
Sedangkan Oke Romeny berduet dengan penyerang muda jangkung Mitchell Baker di depan.
Skema Formasi 3-4-3
Emil Audero (GK); Calvin Verdonk, Elkan Baggott, Justin Hubner: Dean James, Thom Haye, Joey Pelupessy, Kevin Diks; Ragnar Oratmangoen, Oke Romeny, Luke Vickery
Skema Formasi 3-5-2
Marteen Paes (GK); Justin Hubner, Elkan Baggott, Kevin Diks; Dean James, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk; Oke Romeny, Mitchell Baker
Daftar 23 pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026:
Penjaga gawang
Belakang
Tengah
Depan
Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
(Bangkapos.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.