TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Kepulan asap dan kobaran api terlihat membakar lahan di Kampung Baru, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (20/9/2026).
Kondisi kebakaran mulai mengkhawatirkan, setelah api yang sebelumnya terlihat kecil dari kejauhan perlahan membesar dan merambat ke arah permukiman warga.
Seorang warga setempat, Ali, mengatakan api pertama kali diketahui sekira pukul 11.00 WIB.
Saat itu, kobaran api masih terlihat kecil dari kawasan Kampung Baru.
Namun, kondisi berubah dalam waktu sekitar dua jam.
Api semakin membesar dan mulai merambat mendekati rumah-rumah warga.
Baca juga: Nyaris Satu Bulan Kebakaran Hutan di Desa Kudung Lingga Belum Padam, 81 Hektar Terdampak
Jarak antara Desa Sungai Buluh (Kecamatan Singkep Barat) dengan pusat Kabupaten Lingga (Daik, Kecamatan Lingga) adalah sekitar 33,1 kilometer.
Karena kedua lokasi ini berada di pulau yang berbeda (Desa Sungai Buluh berada di Pulau Singkep, sedangkan pusat kabupaten berada di Pulau Lingga), perjalanan ini memerlukan kombinasi jalur darat dan penyeberangan laut menggunakan kapal feri atau roro.
Rute umum yang biasa ditempuh melewati rute Daik - Pelabuhan Tanjung Buton dengan total waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
"Awalnya pukul 11 lewat dari jauh kami nampak api masih kecil. Tapi sekira pukul 13.00 WIB api sudah membesar, merambat mendekati ke rumah warga," ungkap Ali kepada TribunBatam.id.
Hingga sekira pukul 15.50 WIB, api masih terlihat menyala di sejumlah bagian lahan.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman terus dilakukan, terutama pada titik-titik yang berada tidak jauh dari permukiman.
Tim gabungan dari pemadam kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, serta Satpol PP Kabupaten Lingga dikerahkan ke lokasi.
Baca juga: Perjuangan Damkar Hadapi Karhutla di Lingga, Asap Tebal Bikin Petugas Kewalahan
Petugas berjibaku memadamkan kobaran api, sekaligus melakukan pendinginan di area yang telah terbakar untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Upaya pemadaman juga mendapat dukungan mobil suplai air dari Perumda Tirta Lingga.
Kendaraan tersebut diterjunkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman berlangsung.
Di tengah kondisi lahan yang masih terbakar, petugas memprioritaskan penanganan pada bagian api yang terus bergerak mendekati permukiman.
Pemadaman dilakukan secara intensif untuk mencegah kobaran api meluas dan mengancam rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
Petugas gabungan masih berada di lapangan untuk mengendalikan kobaran api dan memastikan titik-titik yang telah dipadamkan tidak kembali terbakar.
Untuk data sementara, api membakar lahan dengan luas sekitar 8 hektare. (TribunBatam.id/Febriyuanda)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.