Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur Haerul Warisin meminta para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerah Lombok Timur tidak hanya mengejar jumlah produksi saha.
Namun para UMKM juga memperbaiki mutu serta nilai tambah produk agar mampu masuk ke pasar nasional.
"Paling penting itu kualitas bukan hanya kuantitas. Supaya produk bisa menembus pasar nasional," kata Iron sapaan akrabnya pada Jumat (18/9/2026).
Lombok Timur ini dinilai menyimpan banyak potensi, mulai dari pertanian, peternakan, perkebunan, hingga perikanan dan kelautan.
Kondisi itu membuat jumlah UMKM di Lombok Timur tercatat paling banyak di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca juga: Olah Cangkang Kepiting Jadi Kerupuk, UMKM di Lombok Timur Tembus Pasar Jawa-Bali
Sebagai bentuk dukungan Pemkab Lombok Timur, pada 2025 disebut telah menyalurkan bantuan modal tunai Rp20 miliar bagi UMKM.
"Di Lombok Timur ini sangat banyak sekali produk UMKM dari olahan pertanian, peternakan, hingga produk kerajinan. Tapi ini harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan," ujarnya.
Ia menyoroti masih banyak produk bagus yang belum ditopang kemampuan manajemen dan pemahaman pasar yang memadai.
Padahal, seluruh proses dari produksi hingga menghasilkan nilai ekonomi menuntut pemahaman literasi keuangan yang matang di era sekarang.
Kekayaan hasil bumi dan produk UMKM Lombok Timur, membutuhkan tata kelola, manajemen, pembiayaan, dan strategi pemasaran yang baik agar usaha semakin berkembang.
"Melalui bimbingan ini kami berharap UMKM Lombok Timur mampu menghasilkan produk berkualitas yang siap bersaing di pasar yang lebih luas sekaligus mengharumkan nama daerah," harapnya.
Iron menyebut Lombok Timur memiliki pabrik pengolahan porang berkapasitas besar dan satu-satunya di NTB.
Pabrik itu mampu mengolah porang segar menjadi tepung porang maupun chips.
"Menurut saya, jika ketersediaan bahan baku dapat dimaksimalkan, komoditas tersebut diyakini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat secara signifikan," pungkas Iron.
Terpisah sekertaris daerah (Sekda) Lombok Timur M Juaini Taofik menyampaikan bahwa 100 pelaku UMKM di Lombok Timur mendapat pendampingan dari sejumlah lembaga keuangan untuk memperkuat usaha mereka.
"Pendampingan ini tidak hanya menyasar akses permodalan, tetapi juga literasi keuangan hingga peluang pengembangan pasar lebih luas," kata Juaini.
Juaini menambahkan, kebutuhan UMKM tidak hanya sebatas bantuan modal. Pelaku UMKM juga perlu memahami cara mengelola keuangan, memasarkan produk, hingga mengembangkan investasi.
"Penguatan UMKM sejalan dengan pengembangan program Desa Berdaya di Lotim. Para pelaku UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam menggerakkan ekonomi di desa," pungkasnya.
(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.