Laporan Wartawan TribunJatim.com, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN – Sebuah permainan tradisional tak lagi hanya menjadi tontonan masyarakat lokal. Gledekan khas Pasuruan kini mulai menarik perhatian wisatawan dari luar daerah, bahkan wisatawan asing yang datang langsung menyaksikan perlombaannya.

Fenomena tersebut terlihat dalam Festival Gledekan Gankz Prigen yang digelar akhir pekan kemarin. Ribuan orang memadati venue untuk melihat langsung perlombaan gledekan yang memiliki bentuk permainan dan karakter tersendiri dibandingkan olahraga maupun permainan tradisional di daerah lain.

Perhatian wisatawan asing terhadap gledekan menjadi sinyal bahwa tradisi yang tumbuh dari kehidupan masyarakat Pasuruan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas.

Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrori mengapresiasi gelaran tersebut. Menurutnya, gledekan bukan sekadar permainan, melainkan bagian dari sejarah kehidupan masyarakat Pasuruan yang memiliki keunikan dan perlu terus dijaga.

Gus Shobih, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pada awalnya gledekan tidak dibuat untuk sebuah perlombaan. Alat tersebut justru digunakan sebagai sarana transportasi sederhana oleh nenek moyang masyarakat untuk membawa rumput dari lokasi mencari pakan.

Seiring perkembangan zaman, masyarakat kemudian mengubah fungsi gledekan menjadi sebuah olahraga. Bentuk, cara memainkan, hingga karakter perlombaannya berkembang dan melahirkan ciri khas yang berbeda.

“Gledekan itu dulu asalnya transportasi nenek moyang untuk mencari rumput. Kemudian ditransformasi oleh mereka menjadi sebuah olahraga yang belum ada menyamai atau menandingi di daerah lain,” kata Gus Shobih, Selasa (15/9/2026) pagi.

Baca juga: Peternak Pasuruan Soroti Kandungan Susu UHT dalam MBG, Minimal Harus 80 Persen

Gledekan Mulai Dilirik Wisatawan Asing

Menurut Gus Shobih, keunikan gledekan kini mulai mendapatkan perhatian dari luar daerah, termasuk wisatawan asing.

Ia menyebut terdapat turis asing yang datang melihat langsung perlombaan gledekan. Bahkan, ada wisatawan yang membawa gledekan ke negaranya.

Perkembangan tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama. Ketika sebuah tradisi lokal mulai dikenal hingga mancanegara, identitas serta sejarah yang melekat di dalamnya harus mendapatkan perlindungan yang jelas.

Karena itu, Gus Shobih mendorong agar gledekan segera didaftarkan melalui mekanisme Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang sesuai.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi gledekan sebagai kekayaan budaya khas Pasuruan sekaligus mencegahnya diklaim sebagai milik daerah lain.

“HAKI, hak paten, agar tidak diakui kabupaten atau kota lain. Bahwa Pasuruanlah yang pertama, sebelum daerah lain,” ujarnya.

Perlindungan HAKI untuk Menjaga Identitas Gledekan

Menurut Gus Shobih, perlindungan HAKI tidak semata-mata berkaitan dengan urusan administrasi.

Lebih dari itu, upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga warisan masyarakat agar tetap tercatat dan memiliki pengakuan sebagai identitas daerah.

Dengan semakin luasnya perhatian terhadap gledekan, pencatatan dan perlindungan atas kekhasan permainan tersebut dinilai semakin penting. Terlebih, gledekan memiliki sejarah yang erat dengan kehidupan masyarakat Pasuruan sejak masa lalu.

Gus Shobih berharap festival gledekan dapat terus dilestarikan dan diselenggarakan secara rutin.

Semakin sering diperkenalkan melalui kegiatan yang terorganisasi, semakin besar pula peluang gledekan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.

Gledekan Berpeluang Jadi Sport Tourism

Selain sebagai warisan budaya, gledekan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata olahraga atau sport tourism khas Kabupaten Pasuruan.

Potensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelestarian permainan tradisional, tetapi juga dapat membuka ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kegiatan.

“Semoga ini bisa terus dilestarikan dan menjadi agenda rutin. Harapannya bisa sport tourism dan menjadi penggerak ekonomi rakyat,” katanya.

Dengan potensi tersebut, festival gledekan diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan semata.

Pelestarian budaya, promosi wisata, dan pengembangan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. Pada saat yang sama, identitas gledekan sebagai bagian dari kekayaan khas Pasuruan tetap terjaga dan terlindungi.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.