Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Musim kemarau tahun ini membawa kabar baik bagi petani tembakau di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Harga daun tembakau mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan kini mencapai Rp 7.000 per kilogram untuk daun yang masih basah.

Kenaikan harga tersebut turut dirasakan petani tembakau di Dukuh Grintingan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Nurhadi.

PANEN TEMBAKAU - Warga menjemur daun tembakau hasil panen, di Kemalang, Kabupaten Klaten, Selasa
PANEN TEMBAKAU - Warga menjemur daun tembakau hasil panen, di Dukuh Grintingan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Selasa (15/9/2026). Musim kemarau tahun ini membawa kabar baik bagi petani tembakau. Harga daun tembakau mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan kini mencapai Rp 7.000 per kilogram untuk daun yang masih basah.

Ia mengatakan seluruh proses panen tembakau tahun ini telah selesai dengan hasil yang cukup memuaskan.

"Alhamdulillah sudah selesai (panen) semua ini, untuk tahun ini (hasil panen) lumayan menyenangkan sih," ujarnya saat ditemui, Selasa (15/9/2026).

Nurhadi menyebut harga jual daun tembakau tahun ini berada di kisaran Rp 7.000 per kilogram atau lebih. Harga tersebut masih merupakan harga daun tembakau basah yang belum melalui proses pengeringan.

"Untuk harganya di 7.000 ke atas, ya sudah lumayan bagus," ucapnya.

Harga Lebih Baik Dibanding 2025

Jika dibandingkan tahun lalu, harga tersebut terbilang jauh lebih baik. Pada 2025, harga daun tembakau disebut masih berada di bawah Rp 5.000 per kilogram.

"Kalau tahun lalu sih sama tahun sekarang, lebih mending sama tahun sekarang. Itu (tahun lalu) di bawah Rp5.000 sih," paparnya.

Baca juga: Dua Pemuda Ditangkap di Warung Kosong, Ketahuan Bawa Tembakau Sintetis

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang turut mendukung kualitas tembakau tahun ini. Musim kemarau yang berlangsung panjang membuat tanaman mendapatkan paparan panas yang cukup sehingga kualitas daun meningkat.

Salah satu pengepul daun tembakau, Sehono, mengatakan kondisi tanaman tahun ini relatif sehat.

"Tanaman lumayan sehat karena musim kemarau nya panjang dan panasnya bagus, jadi tembakaunya kualitasnya bagus," ujarnya.

Cuaca Panas Pengaruhi Harga Jual

Menurut Sehono, cuaca panas juga membantu mengurangi kadar air pada daun tembakau. Kondisi tersebut kemudian turut memengaruhi harga jual dari petani.

"Per kilo kurang lebih Rp7.500-Rp8.000 dari petani," ucapnya.

Baca juga: Kemarau Bawa Rezeki, Tembakau Antar Petani Selogiri Wonogiri Raup Omzet Rp12 Juta Sekali Musim Tanam

Selain faktor cuaca, kenaikan harga juga dipengaruhi berkurangnya jumlah petani yang menanam tembakau. Luasan tanaman tembakau disebut tidak lagi sebanyak beberapa tahun sebelumnya.

"Kalau dulu itu hampir 90 persen.Kalau musim Maret itu pasti tanam tembakau sebelum ada Holtikultura, setelah ada sayuran ya kira kemarin itu paling 60 persen tanaman tembakau," tutupnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.