Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Taniya Sembiring

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA — Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Jayapura mulai mengubah pola pelayanan tiket secara masif.

Masyarakat kini didorong untuk meninggalkan kebiasaan membeli tiket secara langsung di loket fisik dan beralih menggunakan kanal digital resmi, seperti aplikasi Pelni Mobile maupun layanan mobile banking dari bank mitra Pelni.

Transformasi layanan ini digulirkan bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan sebagai langkah strategis untuk menciptakan sistem pembelian yang lebih transparan, memberikan kepastian harga, sekaligus mempersempit ruang gerak para calo tiket.

Kepala Cabang PT Pelni Jayapura, Daulat Apul Gervasius Naibaho, mengungkapkan ke depan fungsi loket fisik akan mengalami perombakan total.

Baca juga: Pelajar Tolak Program MBG, Kadis Pendidikan Papua Tengah Tegaskan Hal Itu Bukan Kewenangannya

Loket tidak lagi difungsikan sebagai tempat penjualan tiket reguler secara langsung, melainkan dialihfungsikan menjadi pusat layanan pelanggan (customer service).

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dan memastikan keselamatan para pelanggan. Terkait pelayanan tiket, ke depan loket-loket Pelni akan berubah fungsi," kata Daulat saat ditemui Tribun Papua di Jayapura, Selasa (15/9/2026).

Nantinya, loket Pelni akan lebih diprioritaskan untuk memberikan informasi perjalanan, menangani pengaduan (handling complaint), menyediakan layanan call center, serta melayani pembelian tiket khusus untuk rombongan dalam jumlah tertentu.

Melalui aplikasi Pelni Mobile, calon penumpang kini dapat memantau ketersediaan kursi, rute tujuan, hingga melakukan transaksi pembayaran dengan mudah tanpa harus datang langsung ke kantor Pelni.

"Kami sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar membeli tiket melalui Pelni Mobile maupun fitur-fitur mobile banking dari bank yang sudah bekerja sama dengan PT Pelni," ujarnya.

Antisipasi Warga Daerah Terpencil

Daulat menegaskan, pembelian lewat kanal resmi memberikan keuntungan mutlak bagi masyarakat karena harga yang tertera di sistem sudah pasti sesuai dengan tarif resmi.

 Transaksi yang transparan ini diharapkan mampu melindungi warga dari praktik percaloan yang kerap merugikan.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Merauke-Tual September 2026, Ada KM Tatamailau dan KM Leuser

Kendati demikian, Pelni memastikan transisi digital ini tidak akan diterapkan secara kaku.

Pihaknya tetap memahami kondisi masyarakat, khususnya calon penumpang yang berasal dari daerah-daerah terpencil dan belum terbiasa menggunakan teknologi digital.

Sosialisasi secara berkala akan terus digencarkan agar seluruh lapisan masyarakat dapat beradaptasi secara bertahap.

"Kalau masyarakat masih banyak yang mungkin belum paham, kami akan menyesuaikan diri juga. Karena saudara-saudara kita yang mungkin dari daerah-daerah terpencil dan belum memahami hal tersebut harus kami sosialisasikan juga dan harus kami akomodasi," pungkasnya. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.