TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persib Bandung akan tandang ke markas tim raksasa Korea Selatan, FC Seoul, pada AFC Champions League Two (ACL-2) di Seoul World Cup Stadium, Seoul, Korea Selatan, Selasa (15/9/2026).
FC Seoul bakal jadi lawan berat karena hingga pekan ini memuncaki klasemen Liga Korea.
Pengamat Sepak Bola Nasional sekaligus mantan pemain Persib, Asep Sumantri memberikan analisanya untuk laga nanti.
Berikut analisa Asep Sumantri dalam format bertutur mengenai cara menang Persib atas FC Seoul.
Laga ini menjadi laga perdana Persib di ACL-2 grup E 2026/2027, setelah sekian lama, Persib baru kembali tandang menghadapi tim asal Korea.
Terakhir Persib tandang menghadapi tim asal Korea pada 1995, melawan Ilhwa Chunma, yang sekarang dikenal Seongnam FC.
Baca juga: Jadwal Padat Persib Bandung, Igor Tolic Pilih Pemain Paling Sehat Jelang Lawan FC Seoul
Tim yang akan dihadapi Persib, kelasnya sudah internasional, dan Persib bermain sebagai tim tamu. Tentu Persib harus bermain maksimal, mengeluarkan kemampuan terbaik untuk nama Persib di Asia.
Jadi pasti pelatih akan menurunkan susunan pemain yang terbaik, strategi yang terbaik, kalau main untuk menang itu pasti berat. Tapi kalau targetnya draw juga bisa dianggap menang, itu sudah maksimal, tapi tetap berusaha untuk bisa memenangkan pertandingan.
Sebab klub asal Korea ini sudah klub internasional, kelasnya luar biasa. Tapi harus optimis bisa menyaingi, melawan kepada FC Seoul. Ini kan main bola, semua kemungkinan bisa terjadi, mudah-mudahan saja Persib bisa.
Untuk menghadapi Seul tentunya semua lini harus evaluasi, mulai penjaga gawang, pemain belakang, tengah, hingga depan. Jangan sampai ada mis komunikasi.
Apalagi sekarang lawannya tim besar kelas internasional, jadi tetap antisipasinya, motivasi harus tinggi untuk menjaga nama baik Bandung, Jawa Barat, dan Indonesia. Tapi intinya ya nama Indoensia karena jadi wakil Indonesia.
Jadi mau tidak mau motivasi harus lebih tinggi, tapi pasti pemain juga memiliki motivasi tinggi, untuk menampilkan permainan terbaiknya. Memiliki rasa ingin mengalahkan tim besar dari Asia.
Untuk starteginya yang diterapkan menghadapi Seoul FC, jangan sampai Persib bertahan total, mungkin itungannya 60-40 persen, bertahan 60 persen dan 40 persen menyerang. Jangan sampai karakter Persib hilang, gaya permainan Persib harus ditampilkan.
Titip jangan sampai kecolongan lagi, seperti lawan Persija hingga berakhir dengan skor 2-1, itu mungkin karena kurangnya komunikasi.
Apalagi kecolongannya di menit akhir, baru kembali bermain langsung selesai pertandingan. Biasanya Persib yang bisa cetak gol di menit terakhir. Ini haru jadi pembelajaran dan bahan evaluasi, supaya tak terjadi laga ke depannya.
Adanya pemain Persib yang absen, seperti Uilliam Barros yang terkena kartu merah di laga terakhir musim lalu, dan Gakuto Notsuda yang masih peluliha cedera.
Itu tidak membuat khawatir, jangan takut kehilangan pemain karena hampir di setiap laga Persib ada yang absen.
Walau demikian, tetap masih ada pemain lain untuk menggantikan posisinya, tinggal bagaimana strategi apa yang dilakukan pelatih.
Tinggal memilah pemain, yang cocok dengan strategi yang diterapkan pelatih. Kini Persib tidak kesulitan untuk memilah pemain, pasti ada gantinya.
Di laga ini minimal bisa ambil satu poin, tapi tentu tetap berusaha untuk bisa memenangkan pertandingan, supaya mendapat poin maksimal.
Tidak bisa dipungkiri, lawan Persib ini tim asal Korea dan di Korea nya, FC Seoul ini merupakan tim besar. Tapi tetap motivasi pemain Persib juga akan tinggi karena ingin mencoba mengalahkan tim besar.
Semoga Persib bisa mendapatkan poin di Korea, jika mendapat satu poin saja, itu sudah bagus, hitungannya seperti menanga karena bermain tandang dengan tim besar asal Korea.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.