Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Memasuki hari kelima operasi SAR, pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak bersama speed boat di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, diperluas dengan membagi wilayah penyisiran laut menjadi enam sektor.
Delapan orang yang berada di kapal cepat Arupadhatu 1, lima di antaranya merupakan jurnalis.
Sementara tiga orang lainnya merupakan awak dan pemandu kapal, yakni Warta (55) selaku kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.
Berdasarkan renncana operasi SAR hari kelima, pencarian pada Sabtu (12/9) dilakukan mulai pukul 07.00 WIB melalui jalur laut dan udara.
Untuk penyisiran laut, Tim SAR gabungan membagi wilayah pencarian ke dalam enam sektor, yakni Sektor T, U, Z, W, X, dan Y, dengan total luas area sekitar 2.537 nautical mile persegi.
Sementara itu, pencarian melalui udara dilakukan di Sektor H dengan cakupan area sekitar 2.063 nautical mile persegi.
Upaya pemantauan udara diperkuat dengan pengerahan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 serta dua unit Drone Thermal Basarnas.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan perluasan sektor pencarian dilakukan untuk mengoptimalkan penyisiran terhadap delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.
"Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan," katanya.
Penyisiran laut melibatkan sejumlah unsur SAR, di antaranya KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KRI Leuser, KAL Anyer, KN SAR Antasena, KN SAR Basudewa, TB Gunung Santri, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka 247, RBB Pulau Peucang, serta RIB 02 Lampung.
Selain penyisiran melalui laut, dukungan udara menjadi bagian penting dalam upaya memperluas jangkauan pencarian, terutama di wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau dan Perairan Selat Sunda.
Pada Sabtu (12/9), Helikopter HR-3604 dengan rute ATS–SAS Pantai Carita–ATS lepas landas dari ATS pada pukul 08.20 WIB dan tiba di Pantai Carita pada pukul 09.05 WIB.
Helikopter tersebut kemudian disiagakan di Pantai Carita untuk mendukung operasi SAR dan melakukan pemantauan dari udara terhadap wilayah pencarian.
Helikopter HR-3604 membawa enam crew on board, terdiri dari Kapten Pnb Dimas, Kapten Pnb Zulham, Lettu Pnb Garini, Peltu Nurdin, Sertu Henri, dan Prada Prasetyo. Tidak terdapat penumpang dalam penerbangan tersebut.
Amrad mengatakan pengerahan helikopter diharapkan dapat memperluas jangkauan pemantauan sehingga peluang menemukan petunjuk keberadaan delapan orang yang masih dicari semakin besar.
"Pengerahan Helikopter HR-3604 merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pencarian melalui udara. Dengan dukungan ini, kami berharap jangkauan pemantauan dapat semakin luas sehingga setiap kemungkinan adanya petunjuk keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera teridentifikasi," ucapnya.
Ia menambahkan seluruh unsur SAR gabungan terus bergerak sesuai rencana operasi dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel.
Kondisi cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.
Sementara itu, saat Helikopter HR-3604 tiba di Pantai Carita, kondisi cuaca terpantau cerah dengan angin sekitar 2 knot dari arah timur menuju barat dan jarak pandang kurang dari 8 kilometer.
Hingga hari kelima, operasi SAR masih berlangsung. Sebanyak delapan orang, termasuk sejumlah jurnalis yang berada di dalam speed boat, masih berstatus Dalam Pencarian (DP).
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.