TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Persiapan menghadapi sejumlah agenda olahraga mulai dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar.
Salah satunya dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus, cabang olahraga (Cabor), hingga Koordinator Kecamatan (Korcam).
Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan SDM yang digelar Bidang Organisasi KONI Makassar di Baruga Agar Jaya, Kamis (10/9/2026).
Bimtek ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola organisasi olahraga Makassar.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat sejumlah agenda besar sudah menanti, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 dan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Makassar 2027.
Ketua Panitia Bimtek, Nurdin Tajrin, mengatakan penguatan SDM menjadi bagian penting untuk menciptakan pengelolaan organisasi olahraga yang lebih profesional.
Menurutnya, kemampuan pengurus dalam menjalankan organisasi akan berpengaruh terhadap proses pembinaan atlet dan persiapan menghadapi kompetisi.
“Dengan kualitas SDM yang mumpuni, kita berharap manajemen olahraga bisa lebih baik. Banyak agenda besar di depan mata, seperti Porprov 2026 dan Porkot di tahun 2027 nanti yang harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin,” kata Nurdin.
Selain persiapan kompetisi, Nurdin menilai proses pencarian atlet potensial juga perlu dilakukan sejak sekarang. Setiap wilayah diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam menemukan bibit atlet yang nantinya bisa dibina untuk tampil pada Porkot Makassar 2027.
“Ini jadi tugas kita bersama, mencari bibit unggul untuk dipertandingkan di Porkot 2027. Ada 51 Cabor yang telah terdaftar di KONI, dan kita harus bersinergi dengan Cabor,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Makassar, Andi Mallombassi Hamka, yang hadir mewakili Ketua KONI Makassar, menekankan pentingnya kesamaan pemahaman antara KONI, Cabor, dan Korcam.
Ia mengatakan penguatan organisasi harus berjalan seiring dengan pembinaan atlet. Menurutnya, prestasi di arena pertandingan tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet, tetapi juga sistem manajemen yang mendukung proses pembinaan.
“Kita ingin seluruh pengurus, Cabor dan Korcam memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan roda organisasi. Kalau SDM dan manajemennya kuat, maka pembinaan atlet juga akan berjalan lebih terarah dan terukur,” ungkap Andi Mallombassi.
Ia juga meminta seluruh Cabor memperkuat komunikasi dengan KONI Makassar, terutama dalam menyusun program pembinaan serta mengidentifikasi atlet yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Andi Mallombassi menegaskan bahwa persiapan menghadapi berbagai kejuaraan membutuhkan kerja bersama. Mulai dari pencarian atlet, pembinaan hingga persiapan kompetisi perlu dilakukan secara terkoordinasi.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. KONI, Cabor dan Korcam harus menjadi satu kesatuan dalam membangun prestasi olahraga Makassar. Mulai dari pembinaan, pencarian bibit atlet, hingga persiapan menghadapi kompetisi harus dilakukan secara bersama-sama,” lanjutnya.
Ia berharap Bimtek tersebut dapat memberikan manfaat praktis bagi para peserta dan tidak berhenti sebagai agenda formal organisasi.
Dengan adanya peningkatan kapasitas pengurus, Cabor, dan Korcam, KONI Makassar menargetkan pengelolaan organisasi olahraga dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
Bimtek tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Pengurus KONI Sulawesi Selatan Atmam Amir dan perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar.
Melalui kegiatan ini, KONI Makassar kembali menegaskan pentingnya penguatan SDM sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov 2026 sekaligus membangun fondasi pembinaan atlet menuju Porkot Makassar 2027.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.