TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat mengantre di SPBU 74.901.15 Jalan Dr Sam Ratulangi, Kecamatan Mamajang, Makassar, sekira pukul 11.20 WITA, Jumat (11/9/2026).

Antrean kendaraan terlihat padat sejak pintu masuk hingga pintu keluar SPBU.

Barisan sepeda motor bahkan memenuhi area SPBU. 

Sebagian warga bertahan di atas kendaraan sambil sesekali memantau antrean.

Ada pula pengendara yang turun dari motor untuk sekadar beristirahat dan berteduh.

Wajah sejumlah pengendara tampak lelah setelah cukup lama menunggu dalam antrean.

Ada juga yang saling adu nasib, berbagi cerita dan pengalaman beberapa hari berburu BBM.

Di lokasi, terdapat lima dispenser atau mesin pengisian BBM.

Masing-masing dispenser memiliki empat hingga enam nozzle yang dapat digunakan dari sisi depan maupun belakang.

Namun, tidak seluruh dispenser tersebut beroperasi.

Pantauan Tribun-Timur.com, hanya tiga dispenser yang digunakan untuk melayani pengendara.

Setiap dispenser yang beroperasi juga tampak hanya dilayani satu hingga petugas.

Total hanya ada lima petugas yang terpantau melayani masyarakat pada waktu itu.

Kondisi tersebut membuat proses pengisian BBM berjalan lebih lambat.

"Cuma satu jalur Pertamax yang buka, padahal ada dua mesin tidak terpakai di sebelah," keluh salah satu pengendara.

"Harusnya dimaksimalkan semua, apalagi begini antrean, sekarang sudah mau Jumat kita masih ada disini antre," timpa warga lainnya.

Tak ada penjelasan pemilik SPBU terkait sejumlah nozzle yang tidak dimaksimalkan meski antrean kendaraan mengular.

Pemilik SPBU 74.901.15 Jalan Dr Sam Ratulangi bahkan enggan diwawancara saat di lokasi.

"Saya masih sibuk," katanya sambil berbalik. 

Di sisi lain, warga mengaku kesal, sebab antrean BBM jenis Pertamax tetap sama dengan Pertalite.

Padahal, harga petamax jauh lebih mahal.

"Mau Pertamax atau pertalite tetap antre, bahkan tadi malam saya terpaksa beli Pertamax Turbo karna tidak adami pilihan, dari pada motor mogok," keluh Nira, warga yang mengantre.

Munafri Minta Seluruh Nozzle Dimaksimalkan 

Wali Kota MAkassar Munafri Arifuddin  meminta penanganan antrean BBM tidak lagi dilakukan dengan pola pelayanan dalam kondisi normal.

Menurutnya, antrean harus segera diurai dengan langkah taktis yang melibatkan seluruh pihak.

"Yang paling penting adalah bagaimana memastikan bahwa antrean ini tidak semakin panjang," ujarnya.

Munafri mengusulkan optimalisasi seluruh SPBU di Makassar.

Termasuk memastikan dispenser dan petugas operator dapat bekerja maksimal.

Ia bahkan menawarkan dukungan Pemkot Makassar apabila Pertamina mengalami kekurangan tenaga operator di SPBU.

"Kalau umpamanya tidak cukup orangnya, kasih tahu sama kita. Bisa ditraining kilat untuk kita kasih orang-orang kita," katanya.

Selain optimalisasi SPBU, Munafri meminta Pertamina mengatur antrean kendaraan besar seperti bus dan truk.

Menurutnya, kendaraan besar tidak seharusnya mengantre bersamaan dengan masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi pada jam sibuk.

Pemkot juga mengusulkan adanya SPBU yang dikhususkan untuk kendaraan pribadi agar antrean bus dan truk tidak mengganggu masyarakat.

"Ini buat masyarakat saja, motor, mobil masyarakat, mobil kecil, mobil pribadi silakan," tegas Munafri. (*)

 

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.