Jakarta (ANTARA) - Perusahaan multi-brand ritel PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) atau ACES membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp390,3 miliar.
Head of Investor Relations AHI Billy Utama dalam paparan publik (public expose) secara daring di Jakarta, Kamis, mengatakan angka ini meningkat 33,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Sementara itu, penjualan bersih mencapai Rp4,5 triliun, tumbuh 6,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan same store sales growth (SSSG) sebesar 2,2 persen hingga Juni 2026," kata Billy.
Perusahaan yang menaungi AZKO, ATARU, Pendopo, NEKA, serta Toys Kingdom sebagai merek dari anak usaha perseroan tersebut juga menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan produktivitas toko, pengelolaan biaya yang disiplin, pengembangan jaringan secara selektif, serta penguatan relevansi produk dan pengalaman pelanggan.
Lebih lanjut, Billy mengatakan momentum pertumbuhan tetap terjaga hingga Juli 2026, dengan SSSG year to date sebesar 2,0 persen, dan pertumbuhan penjualan sebesar 6,5 persen secara tahunan.
Ia mengatakan angka tersebut masih dalam target perseroan untuk 2026, yaitu SSSG 2-4 persen dan pertumbuhan penjualan 6-8 persen.
Untuk mendukung pengembangan bisnis, Billy mengatakan perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp400-450 miliar pada 2026.
"Hingga semester I, realisasi capex mencapai Rp91 miliar yang diutamakan untuk renovasi toko existing dan pembukaan toko baru, sejalan dengan rencana perseroan untuk merealisasikan porsi investasi yang lebih besar pada semester II tahun 2026," ujar dia.
Selain itu, Billy menambahkan, AHI juga terus memperkuat produktivitas dan relevansi bisnis melalui pengembangan portofolio produk, integrasi kanal offline dan digital, serta pemanfaatan teknologi guna mendukung pertumbuhan perseroan.
"AHI juga terus memperkuat produktivitas dan relevansi bisnis melalui pengembangan portfolio produk, integrasi kanal offline dan digital, serta pemanfaatan teknologi," kata dia.