Moskow (ANTARA) - Kementerian Keuangan Rusia pada Rabu (9/9) menyebutkan bahwa defisit anggaran federal Rusia mencapai 5,79 triliun rubel (1 rubel Rusia = Rp205), setara dengan 2,5 persen dari produk domestik bruto, dalam delapan bulan pertama tahun ini.
Menurut kementerian itu, pengeluaran total anggaran federal mencapai 31,72 triliun rubel selama periode Januari-Agustus 2026, naik 14,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).
"Laju pelaksanaan pengeluaran anggaran federal yang lebih cepat pada Januari-Agustus 2026 disebabkan oleh penyelesaian kontrak yang cepat dan pembiayaan di muka untuk pengeluaran tertentu yang telah dikontrak," kata kementerian tersebut dalam sebuah siaran pers.
Sementara itu, perkiraan awal menunjukkan bahwa pendapatan anggaran federal mencapai total 25,93 triliun rubel selama periode itu, naik 9,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pendapatan non-minyak dan gas mencapai 20,91 triliun rubel, naik 18,1 persen (yoy), sementara pendapatan minyak dan gas turun 16,7 persen menjadi 5,02 triliun rubel.
Menurut siaran pers tersebut, penurunan pendapatan minyak dan gas Rusia dalam delapan bulan pertama tahun ini terutama disebabkan oleh melemahnya dolar AS dan harga minyak yang lebih rendah pada kuartal keempat 2025 dan kuartal pertama 2026.