Nanjing (ANTARA) - Kunjungan warga negara asing ke Tiongkok terus meningkat dalam delapan bulan pertama tahun ini, seiring dengan perluasan akses bebas visa dan berbagai langkah lain yang dilakukan negara tersebut untuk mempermudah masuknya pelancong internasional.
Warga negara asing melakukan hampir 61,29 juta perjalanan melintasi perbatasan Tiongkok selama Januari hingga Agustus, naik 19,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis pada Kamis (10/9).
Dari total perjalanan masuk warga negara asing ke Tiongkok selama periode tersebut, sebanyak 23,72 juta perjalanan dilakukan tanpa visa, atau mencakup 77,6 persen dari total tersebut, naik 26,8 persen secara tahunan (year on year).
Angka tersebut dirilis dalam sebuah subforum tentang kerja sama pengelolaan imigrasi yang digelar sebagai bagian dari Konferensi Forum Kerja Sama Keamanan Publik Global (Conference of Global Public Security Cooperation Forum) 2026 di Kota Lianyungang, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur.
Tiongkok secara bertahap melonggarkan aturan visa untuk memungkinkan masa tinggal yang lebih lama dan perjalanan yang lebih luas bagi pengunjung internasional, sebagai bagian dari upaya memfasilitasi pertukaran lintas perbatasan dan mendorong pariwisata inbound.
Saat ini, Tiongkok menawarkan kebijakan bebas visa unilateral kepada warga dari 50 negara, sementara program transit bebas visa selama 240 jam mencakup 57 negara.