BANGKAPOS.COM -- Keluarga Mozza Axilla Gunarsa, gadis yang ditemukan tinggal kerangka di jurang tol membantah motif pembunuhan adalah karena faktor asmara.

Berdasarkan keterangan ayah Mozza, Singgih Gunarsa, ia mengenal sosok pelaku yang membunuh anaknya tersebut.

Singgih juga membeberkan bahwa dirinya telah mengantongi identitas serta akun media sosial pelaku sejak Desember 2025 usai melakukan penelusuran mandiri melalui rekam jejak digital putrinya. 

Temuan tersebut pun langsung dilaporkan ke pihak kepolisian sembari ia terus mencari keberadaan pelaku.

"Dari Desember 2025 pertama kali saya temukan sosmednya, saya sudah mengenali namanya Very. Dari awal Desember, saya mencari orang tersebut," tegasnya.

Kasus ini bermula ketika Mozza pamit dari rumah pada 25 Juni 2025 untuk mengembalikan laptop ke rumah temannya. 

Baca juga: Kronologi Hilangnya Mozza, Gadis Ditemukan Tinggal Kerangka di Lereng Tol, Pergi dari Rumah 2025

Namun, sejak hari itu korban tak kunjung kembali hingga keluarga melaporkan kehilangan tiga hari berselang. 

Perkenalan korban dan pelaku diketahui berawal dari media sosial TikTok pada Mei 2025 yang kemudian berlanjut ke hubungan asmara.

Pada hari kejadian, korban mendatangi rumah kos pelaku di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. 

Di lokasi tersebut, pelaku membekap korban hingga tak berdaya. 

Dalam kondisi panik, pelaku membungkus tubuh korban menggunakan kardus dan karung, lalu membawanya menggunakan sepeda motor milik korban untuk dibuang ke jurang tol Jangli usai Magrib.

Misteri yang terpendam selama 15 bulan ini akhirnya terbongkar usai polisi membekuk Mahendra Very Dwi Anggara pada Kamis (3/9/2026), yang kemudian menunjukkan lokasi pembuangan jasad korban.

Jasad korban dievakuasi pada 4 September 2026 dari jurang tol Jangli. 

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku membunuh korban dengan cara mencekik. 

Baca juga: Cara Cek Desil DTSEN Pakai NIK KTP dan Cara Ubah Data Desil hanya Lewat HP Tanpa Perlu ke Kelurahan

Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dibuang ke area lereng curam di pinggir Tol Jangli.

Adapun jarak kosan di Jalan Sriwijaya tempat korban dieksekusi dan lokasi ditemukan di Tol Jangli sekitar 5,6 KM atau sekitar 13 menit perjalanan menggunakan sepeda motor. 

Petugas harus melibatkan Tim SAR untuk mengevakuasi kerangka korban dari lokasi tersebut.

Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk menguji DNA guna memastikan keabsahan identitas kerangka korban serta menggelar rekonstruksi guna mengusut tuntas motif pembunuhan.

"Kepolisian selama satu tahun ini terus melakukan penyelidikan. Tapi untuk kepastian masih melakukan rekonstruksi kerangka, karena ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka," kata Heru

Keluarga Bantah Motif Pembunuhan karena Asmara

Polrestabes Semarang telah menetapkan Mahendra Very Dwi Anggara (22) sebagai tersangka kasus pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa (19).

Very ditangkap di dekat rumahnya di Desa Banjarejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Kamis (3/9/2026).

Tersangka kemudian menunjukkan lokasi pembuangan jasad di sebuah lereng tepi jalan Tol Jangli, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pada Jumat (4/9/2026) pagi, tim SAR menemukan kerangka beserta pakaian korban.

Pihak keluarga yakin kerangka tersebut merupakan Mozza yang dilaporkan hilang pada 28 Juni 2025.

Korban terakhir keluar rumah pada 25 Juni 2025 menggunakan sepeda motor Honda Vario 125 warna hitam.

Setahun setelah korban hilang, kasus pembunuhan terungkap.

KERANGKA MOZZA DITEMUKAN - Masih ingat sosok Mozza Axillia Gunarsa (19), gadis di Jawa Tengah yang hilang sejak 25 Juni 2025 lalu
KERANGKA MOZZA DITEMUKAN - Masih ingat sosok Mozza Axillia Gunarsa (19), gadis di Jawa Tengah yang hilang sejak 25 Juni 2025 lalu (Dok istimewa/Surya.co.id/Tribun Jateng)

Saat diinterogasi, Very mengaku mengenal korban dari media sosial TikTok.

Ia melakukan pembunuhan karena cemburu korban berkirim pesan dengan laki-laki lain.

Kasus pembunuhan dilakukan di kamar kos pelaku di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Candisari, Kota Semarang pada 25 Juni 2025.

Jarak dari kos tersangka ke lokasi pembuangan jasad sekitar 2,5 kilometer atau menempuh perjalanan sekitar 10 menit.

Ayah Mozza, Singgih Gunarsa, mengaku tak mengenal Very dan sempat menemukan akun media sosialnya pada Desember 2025.

"Dari Desember 2025 pertama kali saya temukan sosmednya, saya sudah mengenali namanya Very. Dari awal Desember, saya mencari orang tersebut," tuturnya, Senin (7/9/2026). 

Penangkapan dilakukan setelah penyidik memiliki sejumlah barang bukti.

"Penangkapan pelaku saya sudah tahu dari awal polisi mau menuju ke Blora. Setelah penyelidikan di kos Semarang, resmob langsung ke Blora," imbuhnya.

Singgih membantah motif pembunuhan yang diungkapkan tersangka.

Menurutnya, Very dan korban tidak menjalin hubungan asmara dan pembunuhan dilakukan karena tersangka mengicar sepeda motor korban.

"Dari runtutan di media, dari awal datang ke kosan sampai melakukan pembunuhan, membungkus mayatnya, membuangnya sampai motornya dijual, sepertinya berurutan. Seperti direncanakan. Dalam waktu setengah hari dia bisa melakukan itu,” tandasnya.

Ia berharap proses penyelidikan transparan dan tersangka dihukum seberat-beratnya.

"Mohon dibantu jangan sampai ada permainan di belakang," pungkasnya.

Mozza merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang telah diterima di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada 2025 lalu.

Namun, korban belum mengetahui dirinya lolos Undip karena telah menghilang.

Kata Tim SAR

Anggota Tim SAR Semarang, Teofilus Siswanto, menjadi orang pertama yang menemukan kerangka.

Siswanto sempat terperosok akibat ranting pohon yang dipegangnya patah saat menuruni tebing curam sedalam 30 meter menggunakan metode vertical rescue.

Usai terperosok, Siswanto melakukan penyisiran ke arah kanan lereng.

Kurang dari 10 menit, ia melihat karung putih mencurigakan yang tertutup ranting di lempengan tebing.

Saat karung dirobek, Siswanto menemukan sweater putih, tali pengikat berupa cable ties serta tali rafia, dan tengkorak manusia.

Ciri-ciri tersebut identik dengan informasi korban yang dilaporkan hilang selama lebih dari setahun.

Baca juga: Sosok Abdullah Assagaf, Staf Ahli Gubernur Malut Sherly Tjoanda jadi Tersangka Korupsi, Kini Mundur

"Saya buka lagi, ternyata ada tengkorak, masih ada gigi dan terlihat gingsulnya. Saya kaget. Wah, ada tengkorak. Saya tutup lagi," tuturnya, Minggu (6/9/2026), dikutip dari TribunJateng.com.

Siswanto langsung merapikan kembali karung tersebut tanpa mengubah posisinya dan melapor ke tim Inafis kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Dari awal memang kami melakukan pencarian berdasarkan petunjuk dari kepolisian," tandasnya.

(Bangkapos.com/Tribunnews.com/TribunJateng.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.