TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Penutupan sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, memaksa masyarakat yang berencana melintas menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya mencari moda transportasi alternatif.

Langkah penghentian penerbangan tersebut dipicu oleh munculnya indikasi sebaran abu vulkanik di kawasan Jabodetabek yang mengganggu jalur penerbangan udara.

Menyikapi kondisi darurat tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menyiagakan dua perjalanan kereta api tambahan pada Minggu (6/9/2026).

Baca juga: Dekatkan Akses Kesehatan Masyarakat, KAI Daop 4 Optimalkan Klinik Mediska Cepu

Pengoperasian armada ekstra ini disiapkan sebagai sarana transportasi alternatif bagi calon penumpang yang terdampak gangguan penerbangan menuju Ibu Kota.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengutarakan bahwa kebijakan ini merupakan wujud kesiapsiagaan perusahaan dalam menyediakan layanan konektivitas saat moda udara terhambat faktor alam.

"KAI Daop 5 Purwokerto berupaya hadir memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi, khususnya akibat adanya penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta," kata As’ad sebagaimana dalam rilis.

Dua Kereta Tambahan

As'ad membeberkan bahwa terdapat dua perjalanan kereta api tambahan yang disiagakan oleh KAI Daop 5 Purwokerto.

Perjalanan pertama yakni KA Tambahan relasi Yogyakarta–Gambir.

Rangkaian kereta tersebut dijadwalkan bertolak dari Stasiun Yogyakarta pada Minggu (6/9/2026) pukul 18.20 WIB.

Kereta api ini diperkirakan singgah di Stasiun Purwokerto pada pukul 20.47 WIB, sebelum kembali melaju menuju Stasiun Gambir pada pukul 20.55 WIB.

Jadwal Keberangkatan Kereta

Sementara itu, opsi kedua yang disajikan adalah KA Tambahan relasi Malang–Gambir.

Armada kereta ini diberangkatkan dari Stasiun Malang pada Minggu (6/9/2026) pukul 20.15 WIB.

KA tersebut dijadwalkan tiba di Stasiun Purwokerto pada Senin (7/9/2026) pukul 04.56 WIB, lalu melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gambir pada pukul 05.00 WIB.

Imbauan Paparan Abu

Di luar penyediaan armada ekstra, KAI turut mengimbau masyarakat yang berada di area terdampak sebaran abu vulkanik agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan dan keselamatan diri.

Para calon penumpang disarankan mengenakan masker penutup hidung serta kacamata pelindung tatkala beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diminta menekan mobilitas di area terbuka serta menghindari tindakan mengucek atau menyentuh mata secara langsung.

Di samping itu, seluruh barang bawaan termasuk perbekalan makanan dan minuman hendaknya ditutup rapat guna mencegah kontaminasi materi abu vulkanik.

Bagi para pelanggan yang mendapati gangguan kesehatan seperti sesak napas atau iritasi mata akibat paparan abu, pihak KAI meminta agar segera melapor ke petugas terdekat.

As’ad menegaskan bahwa jajaran KAI terus memantau dinamika kondisi di lapangan serta berkoordinasi intensif bersama pemangku kepentingan terkait demi menjamin kelancaran perjalanan kereta api.

"Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan pelayanan kepada pelanggan berjalan optimal," ujar As’ad.

Pihak KAI juga mengimbau calon pengguna jasa untuk memantau pembaruan informasi perjalanan melalui saluran komunikasi resmi perusahaan.

Masyarakat dapat mengakses pembaruan informasi tersebut secara langsung melalui layanan Contact Center KAI121 maupun akun media sosial resmi KAI121.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.