TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG -
Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), viral di media sosial.
MBG yang dibagikan di Posyandu ditemukan berulat di menu buah pepaya.
Kejadian tersebut terjadi di Kelurahan Penrang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Jumat (4/9/2026).
"Yang viral katanya buah labu, padahal bukan labu tapi sayur pepaya," kata Plt Lurah Penrang, Asrul B Panrita kepada Tribun-Timur.com, Minggu (6/9/2026).
Asrul mengungkapkan, setelah mendapat laporan dirinya langsung menghubungi petugas Penyuluh KB untuk mengonfirmasi kejadian penyaluran makanan tambahan tersebut.
Program SPPG untuk balita dan ibu hamil tersebut disalurkan melalui Posyandu yang berlokasi di belakang Kantor Lurah Penrang.
Terdapat tiga dapur SPPG yang bertugas menyediakan serta memasok menu makanan tambahan di wilayah Kelurahan Penrang.
Salah satu kelompok penyedia makanan tambahan yang terdaftar dalam program penyaluran tersebut adalah SPPG Macorawalie 4.
Berdasarkan foto yang beredar, makanan berulat tersebut tampak berupa olahan sayur labu.
Namun, laporan Penyuluh KB menunjukkan menu resmi SPPG Macorawalie 4 seharusnya adalah sayur pepaya muda kacang hijau.
"Kalau di gambar katanya itu labu dan ada ulat di atasnya," sebut Asrul.
Ia menegaskan terdapat perbedaan mendasar antara foto makanan yang beredar dengan daftar menu resmi dari penyedia.
"Kalau menunya SPPG 4 sayur pepaya muda kacang hijau, berarti beda gambar dan beda menu," ujarnya.
Menurutnya, foto yang beredar seharusnya menampilkan sayur pepaya muda kacang hijau berasal dari SPPG Macorawalie 4.
Ia juga mempertanyakan ketiadaan laporan langsung dari kader maupun penyuluh Posyandu saat proses pembagian makanan berlangsung.
Pihak kelurahan menerima penjelasan bahwa orang tua balita menyampaikan temuan tersebut kepada kader sebelum diteruskan ke penyuluh.
Penerima bantuan diketahui mengambil makanan dari wadah ompreng lalu memindahkannya ke tempat makan pribadi untuk dibawa pulang.
Warga baru menyadari keberadaan ulat tersebut saat memeriksa makanan yang telah dibawa ke rumah masing-masing.
"Belum sempat dimakan, langsung difoto lalu dikirimkan ke kader yang membagi," tutur Asrul menceritakan kronologi.
Proses penyaluran makanan tambahan di Kelurahan Penrang sepenuhnya dipercayakan kepada para kader Posyandu setempat.
"Sistemnya kader Posyandu yang memanggil penerima dan membagikan makanan tersebut," jelas Asrul terkait mekanisme penyaluran.
Lanjutnya menambahkan, jarang ada penerima bantuan yang menyantap makanan tambahan tersebut secara langsung di lokasi Posyandu.
Tiga wilayah penyedia SPPG di kawasan Posyandu tersebut meliputi Penrang, Macorawalie 1 dan 4.
Sementara itu, Kepala SPPG Macorawalie 4 Nur Mahmud dikonfirmasi Tribun-Timur.com terkait adanya temuan ulat di menu MBG ini, tidak menjawab baik secara pesan maupun sambungan telepon.
Laporan wartawan Tribun-Timur.com/Moh Faizal Lupphy
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.