Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG – Keterbatasan jaringan internet masih menjadi kendala bagi siswa SD Negeri 23 Sabang dalam mengakses materi pembelajaran.
Sekolah yang berada di Gampong Batee Shok, Kecamatan Sukamakmue, tersebut telah menggunakan layanan internet Starlink sejak awal tahun. Namun, jaringan internet belum sepenuhnya stabil dan merata di seluruh lingkungan sekolah.
Kondisi itu membuat siswa terkadang harus berpindah ke lokasi tertentu untuk mendapatkan sinyal saat mencari materi pembelajaran maupun mengerjakan tugas melalui internet.
Kepala SD Negeri 23 Sabang, Seri Erliati, S.Pd., mengatakan kehadiran Starlink cukup membantu meningkatkan akses internet di sekolah. Namun, jangkauan jaringan masih belum merata, terutama ketika kondisi cuaca berubah.
Baca juga: Kuota Internet Tak Boleh Hangus Lagi! Operator Dilarang Hapus Sisa Kuota dan Tarik Biaya Tambahan
“Untuk mencari informasi di internet, kami melakukannya di luar jam sekolah. Jadi siswa kumpul kembali ke sekolah untuk mencari, karena kalau di rumah, faktor ekonomi orang tua yang tidak mempunyai paket, bahkan tidak punya HP Android untuk menerima informasi secara daring,” ujar Seri, Sabtu (5/9/2026).
Untuk memperluas jangkauan jaringan, pihak sekolah telah menambah dua router dan berencana memasang satu unit tambahan.
Penambahan perangkat tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan jaringan sehingga lebih banyak area sekolah bisa terjangkau internet dan dimanfaatkan siswa untuk mendukung kegiatan belajar.
Persoalan akses internet juga dirasakan siswa ketika berada di rumah. Sebagian siswa tidak memiliki paket internet maupun telepon seluler yang mendukung pembelajaran daring.
Bagi siswa yang tidak memiliki akses internet di rumah, sekolah memberikan materi pembelajaran secara tertulis. Sementara itu, bagi siswa yang memiliki akses internet, informasi pembelajaran disampaikan melalui grup WhatsApp.
Salah seorang siswi SD Negeri 23 Sabang, Hafifah Adila, mengatakan keterbatasan sinyal membuat dirinya bersama teman-temannya harus mencari lokasi tertentu ketika membutuhkan akses internet.
Laboratorium sekolah menjadi salah satu tempat yang digunakan siswa untuk mendapatkan jaringan.
“Biasanya kalau ingin mencari sesuatu, harus ke satu titik yang ada jaringannya. Mungkin ke lab, karena kan di sini turun ke bawah dari sana, maka sinyalnya agak sedikit lemot,” kata Hafifah.
Menurut Hafifah, siswa tidak selalu dapat mengakses internet dari ruang kelas karena kekuatan sinyal berbeda di setiap lokasi.
Kondisi tersebut membuat siswa harus menyesuaikan tempat ketika membutuhkan internet untuk mencari informasi tambahan maupun menyelesaikan tugas.
Pihak sekolah terus berupaya memperluas jangkauan jaringan agar akses internet dapat dimanfaatkan secara lebih merata untuk menunjang proses pembelajaran siswa.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.