Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Penyebab ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mengalami gejala keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini masih dalam penyelidikan.

Wakil Gubernur Jatim yang juga Ketua Satgas MBG Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, penyebab keracunan tidak bisa langsung disimpulkan hanya berdasarkan makanan tertentu yang dikonsumsi para korban.

Sebelumnya, ada spekulasi olahan makanan dalam menu MBG yang mana yang menjadi sumber masalah karena sejumlah santri mengaku mengalami gejala setelah menyantap menu tersebut.

“Ada yang nyebut sayuran tapi ada juga yang nggak nyentuh sayurnya, tapi juga mengalami masalah keracunan makanan,” kata Emil saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Rabu (2/9/2026). 

Emil menjelaskan, kondisi tersebut belum bisa menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa sayuran adalah sumber masalah.

Menurutnya, makanan yang dikemas dalam satu paket memungkinkan adanya faktor lain yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Baca juga: Ratusan Santri Pesantren di Sidoarjo Keracunan, Sebagian Besar Mulai Membaik dan Diizinkan Pulang

“Walaupun kadang-kadang memang karena itu dikemas bersamaan, meskipun bukan bersumber dari lauk yang itu, kadang-kadang bisa saja gitu,” ujarnya.

“Itu bisa saja terjadi. Jadi nggak bisa langsung disimpulkan, oh karena yang nggak makan sayur juga kena, atau sayurnya yang masalah, nggak segampang itu,” tegas Emil.

Penyebab Pasti Masih Diteliti Badan Gizi Nasional

Emil mengatakan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) bersama tim.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat masalah pada bahan makanan, proses pengolahan, penyimpanan, maupun distribusi makanan MBG.

“Ini yang ditelusuri dan ini menjadi kompetensi dari BGN. Termasuk jika dibutuhkan cek laboratorium atau penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, dihentikan sementara.

“Untuk dapur yang menyediakan menu MBG yaitu di SPPG Kalitengah jelas dapur itu di-suspend dulu,” tegas Emil.

Kini SPPG Kalitengah menjadi perhatian karena bukan hanya santri Ponpes Manbaul Hikam yang mengalami keluhan. 

Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Emil, terdapat 512 orang dari 19 lembaga yang mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari SPPG tersebut. 

“Per pagi ini tercatat ada 512 pasien yang terlapor di larikan ke RS. Pasien tidak hanya dari ponpes Mambaul Hikam. Ada 19 lembaga yang sama-sama menerima dari SPPG Kalitengah, Kec Tanggulangin, Sidoarjo,” kata Emil. 

Instruksi Jemput Bola ke Rumah Siswa

Lebih lanjut, pagi ini Dinas Pendidikan Jatim telah diinstruksikan untuk melakukan cek absensi siswa di seluruh lembaga yang kemarin menerima MBG dari SPPG yang sama.

“Jika ada yang absen, Dinkes melalui Puskesmas kami minta agar jemput bola, khawatirnya kalau oleh orang tua ditangani secara mandiri dan tidak diberikan penanganan medis, jadi dijangkau agar dapat pelayanan medis segera,” pungkas Emil. 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.