TRIBUNNEWS.COM - Raphinha menjelma menjadi salah satu pemain paling serbaguna di Barcelona sejak ditangani Hansi Flick.
Pemain asal Brasil itu seolah menjadi sosok "Palugada" alias apa yang dimau, dia bisa, karena mampu menjalankan berbagai peran yang diberikan sang pelatih.
Tidak hanya beroperasi sebagai penyerang sayap, Raphinha kini dipercaya mengisi posisi yang lebih sentral sebagai penyerang tengah.
Kemampuan tersebut membuat Raphinha menjadi salah satu senjata penting dalam skema permainan Barcelona di bawah Hansi Flick.
Dari tiga pertandingan Liga Spanyol musim 2026/2027, Raphinha telah mencetak lima gol dalam peran barunya sebagai penyerang tengah.
Jumlah tersebut membuat Raphinha menjadi pemain pertama yang mencetak lima gol dalam tiga pertandingan pertama timnya di Liga Spanyol sejak Lionel Messi melakukannya untuk Barcelona pada musim 2017/2018.
Terbaru, Raphinha mencetak dua gol saat Barcelona mengalahkan Rayo Vallecano 5-2 di Spotify Camp Nou, Senin (31/8/2026).
Gol pertama Raphinha lahir pada menit ke-19 untuk menyamakan kedudukan setelah Barcelona tertinggal lebih dulu.
Sementara gol keduanya pada menit ke-71 membuat Barcelona kembali unggul 4-2 setelah Rayo sempat memperkecil ketertinggalan.
Penampilan tersebut semakin memperkuat keputusan Flick menempatkan Raphinha di posisi nomor 9.
Untuk pertama kalinya setelah tiga pertandingan, Flick buka suara mengenai penampilan Raphinha musim ini.
Pelatih asal Jerman tersebut menilai Raphinha mampu memberikan apa yang dibutuhkan Barcelona.
"Saya mengharapkan level ini dari Raphinha. Dia pemain yang fantastis," ucap Hansi Flick usai pertandingan, dikutip dari situs resmi Barcelona.
"Dia memberi kami persis apa yang kami inginkan untuk tim," tambahnya.
Sejak Hansi Flick menggantikan Xavi Hernandez sebagai pelatih Barcelona pada Mei 2024, kontribusi Raphinha meningkat tajam.
Dalam 87 pertandingan di bawah Xavi, Raphinha mencatatkan 20 gol dan 25 assist.
Sementara di era Flick, Raphinha telah mencetak jauh lebih banyak gol. Data Barcelona per April 2026 mencatat pemain Brasil tersebut sudah mengoleksi 53 gol dalam 87 pertandingan bersama Flick.
Sementara menurut Transfermarkt hingga Agustus 2026, Raphinha telah menghasilkan 60 gol dan 25 assist bersama Flick.
Artinya, jumlah gol Raphinha bersama Flick sudah lebih dari dua kali lipat dibandingkan ketika dilatih Xavi, meski jumlah pertandingannya sama dalam data tersebut.
Peningkatan tersebut tidak lepas dari fleksibilitas permainan Raphinha di lini serang Barcelona.
Apa yang dimau Flick dapat dijalankannya dengan baik, mulai dari bermain sebagai penyerang sayap kanan, penyerang sayap kiri, hingga mengisi ruang yang lebih sentral sebagai penyerang tengah.
Raphinha memiliki kombinasi kecepatan, akselerasi, dribel, pergerakan tanpa bola, kemampuan melakukan pressing, serta penyelesaian akhir yang klinis.
Flick juga memberikan kebebasan kepada Raphinha untuk mengeksploitasi ruang lawan. Kebebasan tersebut membuatnya dapat berpindah posisi, masuk ke kotak penalti dari berbagai sisi, dan tetap terlibat dalam proses membangun serangan.
Peran tersebut membuat Raphinha tidak hanya menjadi penyelesai serangan, tetapi juga bagian penting dari sistem pressing Barcelona.
Analisis terhadap perannya di Barcelona juga menyoroti energi, keberanian melakukan dribel, serta kemampuan bertahan Raphinha sebagai kualitas yang membuatnya cocok dengan sepak bola agresif Flick.
Perubahan posisi Raphinha menjadi penyerang tengah musim ini menjadi bukti lain dari fleksibilitasnya.
Ketika Raphinha berperan sebagai false nine, Flick tidak memintanya bermain seperti penyerang tengah tradisional.
False nine membutuhkan pemain yang mau turun menjemput bola, bergerak ke ruang antarlini, menarik bek tengah keluar dari posisinya, kemudian menciptakan ruang bagi pemain lain.
Karakter tersebut sesuai dengan kemampuan Raphinha.
Menurut analisis UOL yang ditulis Rafael Reis, mobilitas serta kemampuan Raphinha ikut terlibat dalam membangun serangan menjadi salah satu alasan perubahan posisinya.
Dengan mobilitas tersebut, Raphinha tidak harus selalu berada di antara dua bek tengah.
Ia dapat turun lebih dalam untuk menerima bola, kemudian bergerak kembali ke area berbahaya ketika ruang terbuka.
Dengan demikian, meski tidak selalu menjadi pemain yang menerima bola terakhir, pergerakan Raphinha sendiri dapat menciptakan ruang bagi pemain lain.
Flick juga pernah menjelaskan alasan menggunakan Raphinha sebagai penyerang tengah.
"Dia adalah salah satu pemimpin kita dan kita tahu betul ketika dia mulai dan semua orang mengikuti dinamikanya," kata Flick, dikutip dari Cadena SER.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa peran Raphinha sebagai nomor 9 bukan hanya berkaitan dengan kemampuan mencetak gol.
Penyerang Barcelona juga dituntut menjadi pemain pertama yang memulai tekanan ketika kehilangan bola.
Raphinha memiliki kualitas tersebut karena mempunyai work rate tinggi dan mampu melakukan pressing secara agresif.
Kemampuan tersebut terlihat ketika Barcelona menghadapi Rayo Vallecano.
Raphinha memang ditempatkan sebagai pemain paling depan dalam formasi 4-2-3-1 Barcelona, tetapi pergerakannya tidak statis di antara dua bek tengah.
Ia tetap bergerak mencari ruang dan terlibat dalam sirkulasi bola, sebelum memanfaatkan ruang untuk masuk ke area penyelesaian.
Gol pertamanya pada menit ke-19 memperlihatkan kualitas tersebut. Setelah Barcelona tertinggal, Raphinha mampu menyelesaikan peluang dengan tenang untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Pada babak kedua, Raphinha kembali menunjukkan naluri menyerangnya.
Anthony Gordon memberikan umpan kepada Raphinha yang kemudian menyelesaikannya untuk membawa Barcelona unggul 4-2 pada menit ke-71.
Dua gol tersebut membuat Raphinha telah mencetak lima gol dalam tiga pertandingan awal La Liga musim ini.
Menariknya, keberhasilan Raphinha bukan hanya tentang jumlah gol.
Dengan berada lebih dekat ke tengah, ia tetap membawa kualitas yang sebelumnya menjadi senjatanya ketika bermain sebagai winger: kecepatan, mobilitas, pressing, dan kemampuan melakukan penetrasi.
Bedanya, titik awal pergerakannya kini berada lebih dekat dengan gawang.
Sebagai winger, Raphinha dapat bergerak dari sisi lapangan menuju kotak penalti.
Sebagai penyerang tengah, ia bisa turun ke tengah, menarik perhatian bek, mencari ruang antarlini, kemudian kembali menyerang ruang di belakang pertahanan.
Artinya, Flick tidak benar-benar mengubah Raphinha menjadi pemain baru.
Ia hanya memindahkan titik awal permainan Raphinha dan memanfaatkan kualitas yang selama ini sudah dimiliki pemain tersebut.
Hasilnya terlihat jelas pada awal musim ini.
Raphinha bukan sekadar winger yang bisa bermain sebagai penyerang tengah, tetapi telah menunjukkan bahwa kualitasnya sebagai pemain serbabisa justru dapat menjadi senjata baru Barcelona di bawah Hansi Flick.
(Tribunnews.com/Sina)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.