Moskow (ANTARA) - Menteri Pembangunan Kawasan Timur Jauh dan Arktik Rusia Alexey Chekunkov menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi menjadi mitra Rusia dalam pengembangan pelayaran melalui Jalur Laut Utara (NSR).


"Indonesia dan Vietnam merupakan mitra potensial dalam pengembangan NSR," kata Chekunkov dalam sebuah wawancara bersama RIA Novosti menjelang Eastern Economic Forum (EEF) 2026.


Ia kemudian menyebut India dan Korea Selatan sebelumnya sudah menunjukkan ketertarikan melakukan pelayaran di Jalur Laut Utara.


Salah satunya, kapal kontainer milik perusahaan Korsel PanStar telah melakukan pelayaran perdana dari Busan ke Rotterdam melalui jalur laut tersebut pada akhir Agustus tahun ini, ucap Chekunkov.


Jalur Laut Utara merupakan rute pelayaran strategis yang menyusuri pesisir utara Rusia.






Tingkat permintaan untuk berlayar melalui jalur laut tersebut sedang melonjak tak hanya di kalangan pemilik kapal Rusia tetapi juga dari perusahaan asing.


Hal tersebut dilatarbelakangi situasi keamanan yang belum stabil di Laut Merah dan Teluk Persia, terlebih dengan rute tersebut merupakan jalur pelayaran terpendek yang menghubungkan Eropa dan Asia.


Sementara itu, Eastern Economic Forum tahun ini diselenggarakan pada 1--4 September 2025 di Vladivostok, Rusia timur jauh.



Sumber: Sputnik