Bos Rokok HS Cerita Caranya Bangkit Usai Kecelakaan Harley yang Renggut Nyawa Istri: Ribuan Karyawan
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bos rokok HS, Muhammad Suryo, berbagi cerita mengenai caranya bangkit dari masa-masa kelam setelah istri meninggal.
Sang istri, Anis Syarifah, meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Saat itu pada Ramadhan 2026 kecelakaan terjadi saat Suyo mengendarai motor Harley Davidson di Kulon Progo, DIY, pada 1 Maret 2026, memboncengkan istrinya.
Baca juga: NMax Hilang Kendali hingga Jatuh Hantam BRV, 2 Pelajar Tewas dengan Luka Parah di Kepala
Baca juga: Alasan Warga Purworejo Tolak Hadiah Mobil Baru dari Bos Rokok HS, Sempat Bicara Langsung
Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, Suryo yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit akhirnya kembali menjalankan aktivitasnya mengembangkan bisnis rokok HS.
"Doanya, Tuhan kalau saya masih bermanfaat (bagi banyak orang), saya tolong disembuhkan. Yang terlintas karyawan-karyawan saya. Alhamdulillah saya dikasih sadar," kata Suryo dalam jumpa pers konser "Hey Slank" di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (30/8/2026).
Di tengah masa pemulihan, dia mengaku sempat putus asa.
Hingga kemudian pikirannya tertuju kepada ribuan karyawan yang menggantungkan hidup dari perusahaan yang dipimpinnya.
"Sempat putus asa, tapi di pundak saya ada ribuan orang yang harus saya tanggung. Itulah semangat saya, saya harus berbuat baik, berkarya lebih banyak untuk mereka-mereka yang hidupnya bergantung kepada saya," ucap Suryo.
Suryo mengatakan, setelah melewati masa sulit tersebut, dirinya memilih kembali bekerja dan melanjutkan pengembangan bisnis HS.
Perusahaan yang awalnya pada 2023 hanya memiliki sekitar 30 pekerja kini telah mempekerjakan hampir 8.000 orang.
Bagi Suryo, bertambahnya jumlah pekerja bukan sekadar ukuran perkembangan bisnis.
Ada tanggung jawab terhadap orang-orang yang menggantungkan penghasilan dari perusahaan tersebut.
Semangat itulah yang kemudian mendorongnya membuka kesempatan kerja lebih luas, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Suryo mengatakan, jumlah pekerja penyandang disabilitas di perusahaan tersebut terus bertambah.
Pada Maret 2026, terdapat sekitar 20 pekerja disabilitas. Kini jumlahnya telah mendekati 200 orang.
Menurut Suryo, penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak.
"Semua orang tentu tidak ingin dilahirkan dengan kondisi seperti itu. Mereka ingin normal seperti yang lain. Salah satunya juga ingin setara mendapatkan pekerjaan untuk penghidupan," ujar Suryo.
Oleh karena itu, dia memilih memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk bekerja di perusahaannya.
Tidak hanya itu, Suryo juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang belum memiliki pengalaman kerja.
"Bahkan, istilahnya, bawa KTP sobek pun asalkan masih bisa dibaca, saya terima jadi karyawan," kata Suryo.
Semangat berbagi tersebut juga diwujudkan melalui sejumlah program bagi karyawan.
Salah satunya program umrah bagi karyawan berprestasi. Tahun ini, sebanyak 156 karyawan diberangkatkan ke Tanah Suci.
Suryo mengatakan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upayanya agar bisnis yang dibangun tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang-orang yang berada di dalamnya.
Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji alias Kaka, menilai Suryo merupakan sosok yang memiliki banyak ide dan inovasi.
"Jadi wajar saja kalau tiga tahun HS bisa seperti ini. Banyak orang yang sudah terekrut, semoga Pak Haji Suryo selalu sehat badan dan pikirannya, jadi semakin banyak yang merasakan manfaatnya," kata Kaka. (Kompas.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.