Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) di antara ratusan wisatawan asing yang tewas atau hilang akibat banjir bandang dahsyat di perbatasan China-Nepal, Rabu.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memantau kondisi WNI di Nepal dan Tibet melalui koordinasi dengan jejaring WNI serta Konsul Kehormatan RI di Kathmandu setelah bencana tersebut.
“Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak,” ucap Heni merespons pertanyaan ANTARA secara tertulis di Jakarta, Kamis.
KBRI Dhaka memberikan perhatian khusus kepada WNI yang saat ini berada di Nepal sebagai wisatawan, khususnya mereka yang akan melakukan kegiatan pendakian.
Untuk itu, KBRI Dhaka telah menerbitkan imbauan kepada seluruh agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal agar segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI yang mereka pandu, terutama yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian, kata Heni.
Saat ini tercatat 45 WNI menetap di Nepal. Sebagian besar berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan, tambahnya.
Menyusul bencana tersebut, KBRI Dhaka dan KBRI Beijing mengimbau seluruh WNI meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, menghindari wilayah terdampak, serta memantau informasi melalui sumber resmi.
“KBRI Beijing dan KBRI Dhaka akan terus memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi dengan komunitas WNI,” ucap Direktur PWNI Kemlu RI.
Dalam kondisi darurat, WNI di Nepal dapat menghubungi hotline KBRI Dhaka melalui +880 161-4444-552, sedangkan WNI di China dapat menghubungi hotline KBRI Beijing melalui +8618610455488.
Menurut laporan Kyodo, korban tewas banjir bandang dahsyat di perbatasan Nepal-China melonjak jadi 160 orang, dengan ratusan lainnya masih belum ditemukan.
Otoritas Nepal mencatat dari 384 orang yang hilang, 290 di antaranya merupakan wisatawan asing dari India, Malaysia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.
Sungai Bhotekoshi, yang terletak di Rasuwa, wilayah pegunungan di Nepal, tiba-tiba meluap dan derasnya aliran air berubah menjadi banjir bandang yang menghancurkan rumah-rumah dan bangunan, termasuk sebuah pembangkit listrik tenaga air.
Sementara itu, Kantor berita China, Xinhua melaporkan tiga orang tewas dan 265 lainnya hilang menyusul longsor lumpur di Shigatse, sebuah kota besar di wilayah otonom Tibet. Sungai yang meluap itu mengalir dari China ke Nepal.