TRIBUNNEWS.COM - Jaringan lemak berlebih tidak hanya berkaitan dengan peningkatan berat badan.
Lemak, terutama yang menumpuk di sekitar organ atau disebut lemak viseral, ternyata memiliki peran aktif dalam tubuh.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi sistem hormon yang berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Restu Ibu Sragen, dr. Wiyosa Waluyan Rusdi, Sp. PD, menjelaskan bahwa lemak viseral dapat memproduksi sejumlah zat yang mengganggu pensinyalan hormon.
Gangguan tersebut dapat memengaruhi produksi maupun kerja hormon tertentu.
Karena hormon dalam tubuh saling berkaitan, gangguan pada satu bagian dapat berdampak pada hormon lain yang berada dalam sistem yang sama.
dr. Wiyosa menjelaskan, jaringan lemak yang berlebih, terutama lemak viseral, tidak hanya berfungsi sebagai cadangan energi bagi tubuh.
Jaringan tersebut juga dapat berperan sebagai organ yang aktif secara metabolik.
Menurutnya, lemak viseral dapat memproduksi berbagai zat yang kemudian berpengaruh terhadap sistem hormonal.
Zat-zat tersebut dapat mengganggu proses pensinyalan hormon sehingga hormon tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal.
“Jaringan lemak yang berlebih tadi, terutama lemak visera, tidak hanya cadangan lemak, namun juga mereka sebagai organ aktif,” ujar dr. Wiyosa dalam wawancara khusus di Kantor Tribunnews Solo, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip Kamis (27/8/2026).
Baca juga: 7 Cara Medis Mengatasi Double Chin, Ada Injeksi, Cryolipolysis hingga Sedot Lemak
Lebih lanjut, dr. Wiyosa menerangkan bahwa gangguan yang ditimbulkan jaringan lemak berlebih dapat terjadi pada proses pensinyalan hormon.
Selain itu, produksi sejumlah hormon juga dapat ikut terganggu.
Ia menjelaskan, sistem hormon dalam tubuh tidak bekerja secara terpisah.
Berbagai hormon saling berhubungan dan bekerja secara bersama-sama dalam suatu sistem atau aksis.
“Pensinyalan hormon akan terganggu. Kemudian produksi beberapa hormon juga akan terganggu,” jelasnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan lemak viseral berlebih dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap keseimbangan hormonal tubuh, bukan hanya memengaruhi satu jenis hormon.
Menurut dr. Wiyosa, hormon dalam tubuh bekerja sebagai sebuah kelompok yang saling berkaitan.
Karena itu, ketika terjadi gangguan pada salah satu hormon, hormon lain yang masih berhubungan dalam sistem tersebut juga berpotensi mengalami gangguan.
“Kerja hormon itu tidak hanya satu hormon bekerja sendirian, namun mereka adalah sebuah kelompok yang bekerja bersama-sama seperti aksis,” kata dr. Wiyosa.
Dengan mekanisme tersebut, gangguan yang awalnya terjadi pada satu bagian sistem hormonal dapat memberikan efek berantai.
Jaringan lemak yang memproduksi zat pengganggu kerja hormon pada akhirnya dapat memengaruhi hormon-hormon lain yang saling berkaitan.
Baca juga: Badan Tak Terlihat Gemuk tapi Perut Buncit? Dokter Ungkap Lemak di Rongga Perut Lebih Berbahaya
Dr. Wiyosa menegaskan bahwa lemak tubuh, khususnya lemak viseral yang berlebihan, perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap berbagai proses di dalam tubuh.
Perannya sebagai jaringan yang aktif membuat lemak tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan energi.
Ketika lemak tersebut menghasilkan zat yang mengganggu kerja atau pensinyalan hormon, keseimbangan sistem hormonal dapat ikut terdampak.
Gangguan tersebut kemudian dapat melibatkan hormon lain karena sistem hormonal bekerja secara saling berkaitan.
Oleh karena itu, menjaga agar lemak tubuh tidak berlebihan menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi metabolisme dan keseimbangan hormon tubuh.
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.