Jakarta -
Kalsium selama ini identik sebagai mineral utama pendukung kekuatan tulang dan gigi. Namun dalam kaitannya dengan jantung, terlalu banyak kalsium justru bisa membawa risiko mengerikan.
Kaitan kalsium dengan jantung memang tak sepopuler kaitannya dengan tulang, padahal risikonya bisa memicu serangan jantung. Jadi, apakah benar kebanyakan kalsium bisa membahayakan jantung?
Menjawab hal tersebut, dokter jantung dr Maya Munigar Apandi, SpJP(K) mengatakan, kalsium dalam kaitan dengan jantung adalah unsur yang sama seperti kalsium di tulang maupun gigi. Namun demikian, keduanya melalui proses metabolisme yang berbeda.
Dalam pemeriksaan medis harian, dokter bisa memantau kadar kalsium elektrolit atau kalsium ionik melalui sampel darah dengan batasan nilai normal () tertentu. Sementara itu, kalsium pada jantung dinilai berdasarkan deposit atau akumulasi fisik yang menempel di dinding pembuluh darah.
"Jadi ini pada prinsipnya sih kalsium yang sama, tapi berbeda proses," ujar dr Maya dalam diskusi bersama wartawan, Rabu (26/8/2026).
Mekanisme Terbentuknya Kerak Pembuluh Darah
Penumpukan kalsium di pembuluh darah jantung terjadi akibat reaksi kompleks dalam proses aterosklerosis. Seiring berjalannya waktu, elemen kalsium akan mengendap dan berinteraksi dengan zat penyumbat lainnya.
"Deposit atau penumpukan kalsium ini terbentuk karena proses plak aterosklerosis. Dia menumpuk di sini, bereaksi dengan si lemak dan komponen-komponen lain yang membentuk plak atau kerak dari aterosklerosis," terang dr Maya.
Semakin lama reaksi tersebut berlangsung, tumpukan kerak kalsium akan semakin tebal dan berat dalam pembuluh darah.
Penumpukan Kalsium dalam Pembuluh Darah
Untuk mengukur seberapa jauh akumulasi kalsium telah terjadi, tim medis menggunakan teknologi CT Scan. Teknologi ini memungkinkan dokter menghitung (skor kalsium) secara otomatis.
Besarnya skor kalsium ini menjadi indikator langsung dari beban risiko penyakit kardiovaskular pasien.
"Hitungnya soalnya bukan berhitung seperti biasa. Nanti kita dengan CT Scan tersebut. Semakin tinggi nilainya, kita anggap burden atau beban dari risiko kardiovaskular ini juga semakin tinggi," jelas dr Maya.
Menurut dr Maya, penumpukan kalsium dapat terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, kurang tidur, hingga pola makan tidak teratur dan memakan makanan yang rendah gizi. Oleh karenanya, ia menyarankan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, utamanya bagi orang yang memiliki riwayat penyakit jantung dan jenis penyakit lain yang memicu gagal jantung seperti kolesterol, hipertensi, dan diabetes.