Jakarta -

Seorang pemuda 22 tahun memilih meneruskan bisnis kebun durian warisan keluarga. Berkat kegigihannya, kini bisnis tersebut berhasil menembus pasar global.


Dilansir dari The Star, (25/8/2026), seorang pemuda asal Melaka, Malaysia, merasa durian adalah bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ia bahkan memilih meneruskan usaha keluarga berjualan durian yang sudah dirintis sang kakek puluhan tahun lalu.


Dickson Tai, 22 tahun, kini mengelola kebun durian keluarga di Tiang Dua, Melaka. Kebun seluas 5,6 hektar itu telah berusia sekitar 35 tahun dan menjadi sumber penghidupan keluarganya.




Baca juga: Viral! Burger Keju Seberat 5 Kg Bikin Foodies Penasaran



durian pasar wisata cheng hooPopularitas durian ternyata bisa mendatangkan keuntungan yang besar. Foto: Muhajir Arifin

Sejak kecil, Dickson terbiasa melihat kakek dan ayahnya merawat pohon durian. Pengalaman tersebut perlahan membuatnya memahami cara mengenali varietas dan menjaga kualitas buah.



"Beberapa pohonnya bahkan lebih tua dari saya," ujar Dickson.


Ia menyebut sang kakek mungkin tidak pernah membayangkan kebun itu akan dirawat oleh generasi ketiga. Menurut Dickson, merawat pohon durian membutuhkan kesabaran tinggi.


Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga kesehatan akar dan menghadapi berbagai penyakit tanaman. Perawatan juga berbeda untuk setiap varietas durian yang ditanam.


Durian biasa seperti durian kahwin relatif mudah dirawat, sementara varietas premium membutuhkan perhatian lebih. Musang King dan Black Thorn menjadi dua varietas yang mendapat perhatian khusus dari Dickson.





Keren! Pemuda 22 Tahun Bikin Bisnis Durian Keluarga Go GlobalSeperti kisah seorang remaja 22 tahun yang sukses mengembangkan bisnis durian keluarganya ke pasar global. Foto: The Star

"Saya merawatnya seperti bayi. Setiap hari saya berbicara dengan pohon dan menceritakan kisah kepada mereka," kata Dickson.


Dickson telah mengembangkan usaha ke sektor grosir dan ekspor durian. Petani lain di Melaka juga mengirimkan hasil panen mereka untuk dipasarkan melalui bisnis yang dikelolanya.


"Dulu, kami hanya fokus pada pohon dan buah. Sekarang, petani lain di Melaka mengirimkan buah kepada kami," ujar Dickson.


Kemudian, durian diproses untuk kebutuhan grosir dan ekspor. Buah dari kebun keluarganya serta petani sekitar Melaka kini dikirim ke sejumlah negara dan wilayah Asia.


Pasarnya mencakup China, Hong Kong, Macau, Singapura, hingga Indonesia. Pengiriman melalui jalur udara ke China membutuhkan waktu sekitar 18 jam, sedangkan ke Hong Kong sekitar 12 jam.





Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.