TRIBUN-TIMUR.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fisika dan Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Makassar (UNM), menerapkan teknologi tepat guna untuk mengelola limbah program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 10 Makassar.
Program bertajuk SiPeLi-MBG (Sistem Pengelolaan Limbah MBG Terintegrasi Berbasis Sekolah) dirancang untuk membantu sekolah mengelola limbah organik sekaligus menerapkan konsep sains terapan dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sosialisasi program dan serah terima aset kepada pihak SMK Negeri 10 Makassar, Rabu (22/7/2026).
Ketua Tim Pengabdi, Dr. Husain, S.Si., M.Pd., mengatakan program tersebut berangkat dari hasil observasi terhadap persoalan limbah MBG di sekolah.
SMK Negeri 10 Makassar memiliki 1.313 peserta didik, dengan sekitar 600 siswa menerima MBG setiap hari.
Dari aktivitas tersebut, tim memperkirakan limbah organik yang dihasilkan mencapai 90 hingga 150 kilogram per hari.
“Sebagai dosen dari rumpun sains, kami melihat persoalan limbah MBG ini bukan sekadar isu kebersihan, tetapi juga persoalan sains terapan yang bisa dijelaskan dan diselesaikan secara ilmiah. Prinsip kerja komposter aerob misalnya, sangat berkaitan dengan konsep fisika sederhana tentang aliran udara dan perpindahan panas,” ujar Husain.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi ruang penerapan ilmu fisika dan sains terapan yang selama ini banyak dipelajari secara teoretis di ruang kelas.
Melalui SiPeLi-MBG, tim merancang sistem yang dapat dioperasikan secara mandiri oleh warga sekolah tanpa ketergantungan pada listrik dan biaya operasional tinggi.
Sistem tersebut terdiri atas tiga komponen utama, yakni unit pemilahan limbah berbasis warna dan ikon visual, komposter aerob modular, serta standar operasional prosedur (SOP) dan modul edukasi.
Komposter aerob yang dirancang tim berukuran sekitar 120 x 80 x 100 sentimeter.
Alat tersebut memanfaatkan aerasi pasif untuk membantu mempercepat proses penguraian limbah organik tanpa menggunakan energi listrik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ilmu fisika dan sains tidak berhenti di laboratorium atau ruang kelas. Melalui pengabdian ini, mahasiswa dan dosen dari Jurusan Fisika dan Pendidikan IPA turut membuktikan bahwa keilmuan kami relevan dan dibutuhkan langsung oleh masyarakat, khususnya dunia pendidikan,” kata Husain.
Dalam pelaksanaannya, Husain didampingi St. Mutia Alfiyanti Muhiddin, S.Pd., M.Pd., dari Pendidikan IPA, serta Rezki Nurfadillah T, S.E., M.Pd. Tim juga melibatkan dua mahasiswa Jurusan Fisika dan Pendidikan IPA, Fariza dan Muhammad Syarif Hidayatullah.
Lima Kali Kunjungan
Husain mengatakan, kegiatan sosialisasi dan serah terima aset merupakan tahap kelima dari rangkaian pendampingan yang dilakukan tim di SMK Negeri 10 Makassar.
Kunjungan pertama dilakukan untuk koordinasi awal dan penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan pihak sekolah.
Pada kunjungan kedua, tim melakukan survei lapangan, mengukur volume limbah, dan memetakan titik timbulan limbah MBG.
Kunjungan ketiga difokuskan pada penyusunan rancangan sistem dan draf SOP berdasarkan hasil kajian bersama pihak sekolah. Selanjutnya, pada kunjungan keempat, tim memasang unit pemilahan limbah dan komposter aerob.
“Sejak awal pelaksanaan, tim kami dari Jurusan Fisika dan Pendidikan IPA telah melakukan lima kali kunjungan ke SMK Negeri 10 Makassar,” ujar Husain.
Ia mengatakan pendampingan berulang dilakukan untuk memastikan teknologi yang dirancang dapat diterapkan dan berfungsi sesuai kondisi di lapangan.
“Konsistensi ini penting bagi kami. Sebagai tim dari jurusan sains, kami ingin memastikan bahwa apa yang kami rancang di atas kertas benar-benar teruji dan berfungsi di lapangan, bukan sekadar konsep di atas laporan pengabdian,” katanya.
Pada tahap akhir, Husain menyerahkan sarana pendukung SiPeLi-MBG kepada Wakil Kepala SMK Negeri 10 Makassar, Takbir, S.Pd., M.M.
“Momen ini menjadi bukti nyata bahwa hasil riset dan rancangan tim kami dari Jurusan Fisika dan Pendidikan IPA tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi benar-benar hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat. Seluruh aset yang kami rancang dan serahkan ini sepenuhnya menjadi milik sekolah,” kata Husain.
Sekolah Siap Kelola
Kepala SMK Negeri 10 Makassar, Dr. Andi Umar Patta, M.Si., mengapresiasi pendampingan yang dilakukan tim pengabdian UNM.
“Kami sangat mengapresiasi tim pengabdian dari Jurusan Fisika dan Pendidikan IPA UNM yang telah hadir dan mendampingi sekolah kami dengan sangat serius. Program ini sangat penting bagi sekolah kami, dan saya melihat program ini berjalan dengan sangat baik serta berhasil membangun kesadaran baru di kalangan guru maupun siswa,” ujar Andi Umar Patta.
Menurut dia, pendekatan yang diterapkan tim tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi mencakup survei, perancangan, hingga pemasangan teknologi.
Wakil Kepala Sekolah Takbir mengatakan pihak sekolah siap menjaga dan mengoperasikan aset yang telah diserahkan.
“Kami menerima amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Aset hasil rancangan tim Fisika dan Pendidikan IPA UNM ini akan kami rawat dan operasikan sesuai SOP yang telah diajarkan,” ujarnya.
Program tersebut juga membentuk Tim Pengelola Lingkungan Sekolah yang beranggotakan sedikitnya 10 guru dan siswa. Tim ini akan melanjutkan pengelolaan sistem setelah masa pendampingan berakhir.
Tim pengabdi menargetkan pengurangan volume limbah MBG hingga 60–70 persen, produksi kompos sedikitnya 50 kilogram per bulan, serta tingkat pemilahan limbah yang benar minimal 80 persen.
Program SiPeLi-MBG dilaksanakan melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut berada di bawah UNM melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM dengan dukungan pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Tim pengabdi berencana melanjutkan monitoring dan evaluasi hingga program memasuki bulan kedelapan. Mereka juga berharap model pengelolaan limbah berbasis sains terapan tersebut dapat diterapkan di sekolah lain.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.