Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda kembali meningkat.

Baca juga: Polresta Bandar Lampung Bagikan Bendera Merah Putih di Tugu Adipura Sambut HUT ke-81 RI

Gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan tersebut tercatat mengalami 17 kali erupsi sejak Jumat (14/8/2026) hingga Senin (17/8/2026) pagi.

Berdasarkan laporan Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Suwarno, rangkaian erupsi tersebut terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum antara 42 hingga 64 mm dan durasi beberapa puluh detik hingga lebih dari satu menit.

"Pada Senin (17/8/2026), aktivitas erupsi berlangsung cukup intens. Hingga pukul 06.26 WIB, GAK tercatat mengalami tujuh kali erupsi," ujarnya, Senin (17/8/2026).

Erupsi pertama pada Senin terjadi pukul 01.30 WIB dengan amplitudo maksimum 57 mm dan durasi 36 detik.

Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pukul 02.13 WIB, 03.04 WIB, 03.29 WIB, 04.05 WIB, 04.20 WIB, dan 06.26 WIB.

Dari rangkaian tersebut, erupsi pukul 06.26 WIB paling menonjol secara visual.

Kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 meter di atas permukaan laut.

Suwarno melaporkan kolom abu erupsi tersebut berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 57 mm dan durasi 107 detik.

Sementara itu, enam erupsi sebelumnya pada Senin pagi tidak teramati secara visual.

Amplitudo maksimum masing-masing erupsi tercatat 57 mm, 61 mm, 64 mm, 57 mm, 58 mm, dan 55 mm.

Aktivitas erupsi juga terjadi pada Minggu (16/8/2026).

"Dalam sehari, GAK tercatat mengalami delapan kali erupsi, yakni pada pukul 09.12 WIB, 14.32 WIB, 17.06 WIB, 20.09 WIB, 22.11 WIB, 22.19 WIB, 22.36 WIB, dan 23.16 WIB," ujarnya.

Tiga erupsi pada Minggu terpantau secara visual.

Pada pukul 09.12 WIB, kolom abu mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke barat daya dan barat.

Erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 43 mm dengan durasi 59 detik.

Kemudian, pada pukul 14.32 WIB, kolom abu mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat dan barat laut.

Erupsi berikutnya pada pukul 17.06 WIB menghasilkan kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat dan barat laut.

Pada Jumat (14/8/2026), GAK tercatat mengalami dua kali erupsi, yakni pukul 08.24 WIB dan 14.40 WIB.

Kedua erupsi tersebut tidak teramati secara visual.

Erupsi pukul 08.24 WIB memiliki amplitudo maksimum 42 mm dengan durasi 89 detik, sedangkan erupsi pukul 14.40 WIB memiliki amplitudo maksimum 52 mm dengan durasi 43 detik.

Dengan masih tingginya aktivitas vulkanik tersebut, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat, wisatawan, dan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau diminta tetap waspada dan tidak mendekati gunung api maupun melakukan aktivitas di dalam radius yang telah ditetapkan oleh otoritas vulkanologi.

Masyarakat juga diimbau terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi dari pihak berwenang untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat peningkatan aktivitas vulkanik.

Rangkuman aktivitas GAK:

Senin, 17 Agustus: 7 kali erupsi hingga pukul 06.26 WIB; erupsi pukul 06.26 WIB teramati secara visual dengan kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak.
Minggu, 16 Agustus: 8 kali erupsi; tiga di antaranya teramati secara visual dengan kolom abu 200–300 meter di atas puncak.
Jumat, 14 Agustus: 2 kali erupsi, keduanya tidak teramati secara visual.
Total: 17 kali erupsi.
Status: Level III (Siaga).

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.