TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy mengungkap ketatnya proses seleksi komandan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.

Jerrold HY Kumontoy sempat menjadi salah satu kandidat dari unsur Polri yang mengikuti rangkaian seleksi sejak Mei 2026. 

Seleksi tersebut tidak hanya menguji kemampuan fisik dan kesehatan, tetapi juga menuntut peserta menguasai seluruh rangkaian tata upacara bendera hingga tes Peraturan Baris Berbaris (PBB) menggunakan pedang.

Kepada TribunKaltim.co, Jerrold HY Kumontoy menceritakan proses seleksi yang telah dijalaninya hingga menyisakan dua kandidat dari unsur Polri.

Baca juga: Profil Kolonel Priyo Handoyo, Komandan Upacara HUT Ke-81 RI di Istana, Pernah Jabat Dandim Bontang

Ia menjelaskan, sejumlah personel dari berbagai satuan kerja, baik Mabes maupun Polda, mengikuti proses seleksi dengan tahapan yang diselenggarakan secara bertahap.

“Persyaratannya ada untuk bisa daftar. Salah satunya angkatan yang sudah dibatasi, yakni angkatan 2003, 2004, dan 2005. Hanya itu yang sudah eligible,” ujar Jerrold HY Kumontoy kepada TribunKaltim.co, Senin (17/8/2026) pagi.

Setelah pemanggilan, para peserta menjalani rangkaian tes mulai dari psikologi, kesehatan, hingga Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Tes tersebut mencakup rangkaian Tata Upacara Kenaikan maupun Penurunan Bendera yang diselenggarakan di Jakarta.

Baca juga: Kapolresta Balikpapan Jalani Seleksi Ketat Calon Komandan Upacara di Istana Negara

Proses seleksi dilakukan secara bertahap.

Kandidat yang dinyatakan lolos kemudian melanjutkan ke tahapan berikutnya untuk kembali menjalani seleksi di lingkungan Garnisun Tetap I (Gartap) Jakarta.

Pada tahap tersebut, peserta kembali mengikuti tes psikologi, kesehatan, serta rangkaian Tata Upacara Bendera.

Salah satu tahapan yang menjadi perhatian adalah tes PBB menggunakan pedang.

Peserta dituntut tidak hanya mampu melakukan gerakan baris-berbaris, tetapi juga memahami seluruh rangkaian tata upacara.

Baca juga: Komandan Lanal Balikpapan Buka Persami KKRI untuk Tanamkan Jiwa Nasionalisme

“PBB itu tes rangkaian tata upacara bendera, baik penurunan maupun penaikan. Jadi sudah seperti situasi sebenarnya, sudah praktik upacara bendera,” jelasnya.

Menurut Jerrold HY Kumontoy, penguasaan rangkaian upacara menjadi hal penting dalam proses seleksi tersebut.

Peserta dituntut menghafal setiap tahapan karena pelaksanaan tes dilakukan secara langsung dalam simulasi upacara.

“Rangkaian sudah otomatis harus kita hafal. Jadi pada saat di sana langsung tes,” katanya.

Dari rangkaian seleksi tersebut, jumlah kandidat kemudian mengerucut menjadi beberapa nama dari masing-masing matra.

Baca juga: Komandan Kompi AKP Elan Suherlan Ungkap Kesiapan 100 Personel Brimob Polda Kaltim Ditugaskan ke Aceh

Untuk unsur Polri, pada tahap akhir tersisa dua kandidat yang masih memiliki peluang untuk dipercaya menjadi komandan upacara HUT ke-81 RI.

Meski demikian, hingga Senin (17/8/2026), belum ada pengumuman resmi mengenai kandidat yang akan ditunjuk memimpin upacara di Istana Negara.

Jerrold mengatakan seluruh kandidat masih memiliki kesempatan yang sama hingga keputusan resmi ditetapkan.

“Artinya semuanya masih punya kesempatan,” ujarnya.

Ia memilih tetap fokus mempersiapkan diri sembari menunggu keputusan akhir.

Baca juga: Sosok Iwan Adiputra, Purna Paskibra 1995 Kini Jadi Komandan Upacara HUT ke-26 Kutai Timur

Bagi Jerrold HY Kumontoy, kesempatan mengikuti seleksi hingga tahap akhir menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri, terlepas dari siapa yang nantinya dipercaya menjadi komandan upacara.

“Kalau yang berbeda mungkin kalau di hari kebesaran lainnya. Kalau ini sama kualitasnya,” tuturnya.

Penentuan komandan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI masih menunggu keputusan resmi. Kandidat terpilih nantinya akan memimpin rangkaian upacara peringatan 17 Agustus 2026 di Istana Negara. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.