TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Milad ke-39 Fakultas Sastra Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) dirayakan secara sederhana dan penuh kekeluargaan.
Perayaan berlangsung di Auditorium Al Jibra, Kampus 2 UMI, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (19/6/2026).
Ratusan civitas akademika UMI dan tetamu undangan, hadir dalam momentum tahunan itu.
Mulai dari Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Mansyur Ramly, Ketua Yayasan Wakaf UMI Prof Masrurah Mokhtar, Rektor UMI Prof Hambali Thalib dan para wakil rektor, hingga dekan dan mahasiswa FSIKP UMI.
Sementara untuk tetamu yang hadir diantaranya, pimpinan MUI Sulsel, Ketua Majelis Guru Besar UNM, Bapak Prof Dr Jasruddin, dan beberapa perwakilan organisasi keagamaan serta ormas.
Pada acara itu, dilakukan launching atau peluncuran FSIKP TV dan juga pemberian penghargaan kepada para mantan dekan FKIP, mahasiswa berprestasi dan dosen teladan.
Baca juga: PT Semen Tonasa dan FEB UMI Bahas Penguatan Kolaborasi Pendidikan dan Industri
Seremonial khidmatnya perayaan milad pun ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh para petinggi yayasan, rektorat dan fakultas.
Dalam sambutannya, Dekan FSIKP UMI Dr Nurjannah Abna, mengatakan, milad bukan sekadar penanda bertambahnya usia sebuah institusi.
Milad menurutnya adalah momentum refleksi untuk kami menengok perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri capaian yang diraih, sekaligus merancang masa depan yang lebih baik.
Ia pun memaparkan sejarah terbentuknya FSIKP UMI yang berawal dari Fakultas Sastra.
Nurjannah memaparkan, sejak awal FSIKP UMI memikul amanah besar dalam pengembangan bahasa, sastra, budaya, dan peradaban dengan mengelola tiga program studi, yaitu Sastra Inggris, Sastra Arab, dan Sastra Indonesia.
"Ketiga program studi ini menjadi fondasi pengembangan ilmu bahasa, sastra, dan budaya di lingkungan UMI," ujarnya.
Seiring perkembangan zaman, kata dia, tuntutan masyarakat dan dinamika pendidikan tinggi mendorong transformasi kelembagaan.
Fakultas Sastra pun berkembang menjadi Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) dengan enam program studi, yaitu yaitu: Sastra Inggris, Sastra Arab, Sastra Indonesia, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Baca juga: Seperempat Abad Berpisah, Alumni FH UMI Angkatan 2001 Reuni Perak di Hotel Claro Makassar
Saat ini mahasiswa aktif tahun 2025/206 sebanyak 1.226 dengan total tenaga pendidik 68 dosen yang enam diantaranya adalah guru besar.
"Dan FSIKP telah melahirkan ribuan alumni, 5.197 alumni yang berkiprah sebagai akademisi, pendidik, komunikator, diplomat, birokrat, jurnalis, wirausahawan, dan tokoh masyarakat," terang Nurjannah.
"Mereka menjadi bukti bahwa pendidikan yang dibangun di kampus ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," lanjutnya.
Hal senada diungkapkan Rektor UMI Prof Hambali Thalib saat memberikan sambutan.
Bagi Prof Hambali, usia ke 39 menjadi momentum bagi FSIKP UMI untuk terus tumbuh dan berkembang memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan masyarakat dan bangsa.
Tema "Bersama Bertumbuh, Bersama Memberi Makna," menurutnya sangat relevan dengan semangat yang harus terus dipelihara.
Pertumbuhan sejati tidak hanya diukur dari bertambahnya usia, jumlah mahasiswa, atau capaian akademik semata.
Pertumbuhan yang sesungguhnya adalah ketika setiap langkah yang kita tempuh mampu menghadirkan manfaat, memberikan inspirasi, dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
"Karena itu, tema ini mengingatkan kita bahwa kemajuan institusi tidak pernah lahir dari kerja individu. Kemajuan dibangun melalui kolaborasi, kebersamaan, dan semangat gotong royong seluruh sivitas akademika, alumni, serta para mitra yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan FSIKP," jelasnya.
Dalam konteks pembangunan bangsa, FSIKP UMI lanjut Prof Hambali memiliki peran yang sangat strategis.
Di tengah derasnya arus informasi, transformasi digital, dan perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin pesat, kebutuhan akan insan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang efektif, literasi yang kuat, serta karakter yang kokoh menjadi semakin penting.
"FSIKP mengemban amanah besar dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjaga nilainilai kemanusiaan, kebudayaan, dan etika dalam kehidupan bermasyarakat," imbuhnya.
Ketua Yayasan Wakaf UMI Prof Masrurah Mokhtar mengatakan, Yayasan Wakaf UMI berkomitmen untuk terus mendukung setiap program yang dicanangkan FSIKP UMI.
Termasuk permintaan fasilitas gedung baru, yang diharapkan selama ini.
"Untuk fasilitas gedung baru, InsyaAllah yayasan akan mendukung," tuturnya.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.