TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak orang langsung panik saat kepala benjol setelah jatuh atau terbentur.

Sebaliknya, ketika tidak ada luka luar, kondisi sering dianggap aman.

Padahal menurut dokter, ukuran benjol bukan satu-satunya penanda apakah cedera kepala berbahaya atau tidak. Justru gejala lain lebih penting diperhatikan.

Benjol Bukan Penentu Utama

Dokter Spesialis Bedah Saraf (Neurosurgeon) senior Dr. dr. Lamhot Asnir Lumbantobing, Sp.BS, FINPS, M.H mengatakan cedera kepala yang serius tidak selalu terlihat dari luar.

Kadang kepala tampak baik-baik saja, tetapi fungsi otak terganggu.

Baca juga: Dokter Sebut Lesti Kejora Alami Cedera Kepala, Istri Rizky Billar Masih dalam Perawatan

"Kalau hanya sekedar benjol di luar, tidak ada lupa, tidak ada misalnya kejang-kejang, tidak ada muntah, itu justru aman,” ujarnya.pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan di akun Instagram Kementerian Kesehatan, Senin (8/6/2026). 

Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya fokus pada ukuran benjolan. Tetapi juga melihat apakah muncul perubahan kesadaran atau gejala neurologis.

Gejala yang Harus Diwaspadai Setelah Benturan

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan setelah benturan kepala antara lain:

  • Hilang kesadaran sesaat
  • Bingung atau linglung
  • Tidak ingat kejadian
  • Mengantuk berlebihan
  • Sulit dibangunkan
  • Kejang
  • Muntah

Menurut dr. Lamhot, hilang kesadaran walau singkat menjadi alarm penting.

“Kalau terjadi trauma pada saat itu kemudian sempat hilang kesadaran, itu sudah harus ditangkap sebagai sebuah cedera kepala yang serius,” paparnya.

Kenapa Usia Tua Lebih Berisiko?

Benturan ringan yang tampak biasa ternyata bisa berbeda dampaknya pada kelompok tertentu. Salah satunya usia lanjut.

Pada orang tua, struktur otak mengalami perubahan alami.

Akibatnya, benturan kecil bisa lebih berisiko. Dokter menjelaskan bahwa kondisi otak yang mengecil membuat ruang gerak di dalam kepala berubah.

Karena itu, cedera yang tampak ringan tetap perlu perhatian lebih pada lansia. Lebih lanjut, dr Lamhot mengingatkan masyarakat untuk mengambil posisi tengah.

Tidak semua benturan kepala harus menimbulkan kepanikan.

Fokus utama adalah mengenali perubahan fungsi otak setelah kejadian. Karena cedera kepala bukan hanya soal luka luar.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.