SURYA.CO.ID SURABAYA - Daging kurban tidak selalu harus diolah menjadi sate atau gulai dengan resep yang umum ditemui.

Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya menghadirkan inovasi kuliner berupa gule kambing kuah susu yang memadukan cita rasa tradisional dengan sentuhan modern.

Sajian ini menggunakan daging paha kambing yang dikenal memiliki tekstur lebih lembut dan juicy.

Beragam rempah pilihan seperti jahe, kapulaga, serai, daun jeruk, dan daun salam digunakan untuk memperkaya rasa sekaligus memberikan sensasi segar saat disantap.

“Konsep sehatnya kami hadirkan melalui penggunaan berbagai rempah yang tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga memberikan manfaat bagi tubuh,” ungkap Chef Uria Nata dari Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya kepada Tribun Jatim, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Burger Rawon, Inspirasi Olahan Daging Kurban Tampil Lebih Modern

Sebagai salah satu hidangan khas Nusantara, gule dikenal dengan kuah berbumbu kaya rempah dan warna kuning yang menggugah selera. Dalam racikannya, Chef Uria tetap mempertahankan bumbu dasar tradisional berupa bawang merah, bawang putih, kunyit, dan jahe.

Untuk memperkaya karakter rasa, ia menambahkan sedikit bumbu merah yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, serta cabai merah besar.

Meski demikian, tingkat kepedasan dibuat lebih bersahabat. Cabai rawit tidak banyak dimasukkan ke dalam kuah, melainkan disajikan dalam bentuk sambal sehingga tamu dapat menyesuaikan tingkat kepedasan sesuai selera masing-masing.

Rahasia Daging Empuk dan Minim Aroma Prengus

Keunikan lain dari hidangan ini terletak pada kuahnya. Jika gule pada umumnya menggunakan santan sebagai bahan utama, Chef Uria memadukannya dengan susu untuk menghasilkan tekstur yang lebih creamy, gurih, dan medok tanpa menghilangkan karakter asli gule kambing.

Baca juga: 5 Hal Yang Bikin Tetap Aman Konsumsi Daging Merah. Waspadai Nikmatnya Olahan Daging

Kuah santan dan susu tersebut menciptakan sensasi rasa yang lebih lembut sekaligus memperkaya cita rasa rempah yang mendominasi hidangan.

“Sebelumnya kami juga sering buat olahan kambing. Biasanya event, kambing guling,” ujarnya.

Menurut Chef Uria, salah satu tantangan terbesar dalam mengolah daging kambing adalah mengurangi aroma khas yang sering kali kurang disukai sebagian orang. Karena itu, proses perebusan dilakukan bersama berbagai rempah untuk membantu menetralkan aroma tersebut.

“Biasanya kita untuk perebusannya kita juga pakai bumbu-bumbu rempah-rempah untuk menghilangkan aroma yang kurang sedap itu. Kemudian direbus lagi. Kita biasanya menggunakan presto. Hasilnya juga dagingnya enggak alot, lembut,” tutup Chef Uria.

Setelah dicuci bersih, daging direbus selama sekitar 30 menit bersama daun jeruk, daun salam, dan serai. Selanjutnya, daging dimasak menggunakan panci presto selama kurang lebih 30 menit.

Metode tersebut membuat serat daging menjadi lebih lunak dan empuk saat disantap, sekaligus menjaga kelezatan rasa khas kambing yang menjadi daya tarik utama hidangan ini.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.