TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Empat lulusan SMAN 3 Ketapang memilih melanjutkan pendidikan tinggi dengan jalan dan pertimbangan berbeda, mulai dari mengejar peluang kerja di daerah hingga menyesuaikan kondisi ekonomi keluarga.
Kelulusan dari bangku SMA menjadi titik awal bagi para siswa untuk menentukan arah masa depan.
Meski berasal dari sekolah yang sama, setiap lulusan memiliki cerita dan alasan tersendiri dalam memilih perguruan tinggi maupun program studi yang akan ditempuh.
Salah seorang lulusan, Rizky, mengaku bersyukur dan bangga karena berhasil menyelesaikan pendidikan di SMAN 3 Ketapang.
Namun di balik kebahagiaan tersebut, ia juga merasakan kesedihan karena harus meninggalkan sekolah yang selama ini menjadi tempat belajar dan membangun kenangan.
Untuk jenjang pendidikan berikutnya, Rizky memilih melanjutkan kuliah di Politeknik Negeri Ketapang (Politap) pada Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan.
Menurutnya, pilihan itu sejalan dengan potensi besar sektor perkebunan kelapa sawit yang berkembang di Kabupaten Ketapang.
Baca juga: SMAN 3 Ketapang Catat Kelulusan 100 Persen, Banyak Siswa Tembus UGM dan UNDIP
"Saya menjanjikan di Politap, ambil jurusan Teknologi Produksi Perkebunan, karena daerah Ketapang kan memang besar potensi perkebunan sawitnya. Kebetulan orang tua juga bekerja di bidang yang berhubungan dengan perkebunan sawit juga," ujarnya saat di konfirmasi Tribunpontianak.co.id, Selasa 2 Juni 2026.
Pilihan melanjutkan pendidikan di Politap juga diambil oleh Wahyu. Ia mengaku senang karena perjuangan selama tiga tahun di bangku sekolah akhirnya membuahkan hasil.
Wahyu memilih Program Studi Teknik Elektro Listrik, keputusan untuk berkuliah di Ketapang diambil setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga, namun hal itu tidak mengurangi semangatnya untuk terus menuntut ilmu.
"Saya mengambil jurusan Teknik Elektro Listrik di Politap saja. Kuliah di sini menyesuaikan ekonomi keluarga juga, lagipula saya lebih mementingkan ilmunya," tuturnya.
Sementara itu, Hilal memilih jalur yang berbeda, ia memutuskan melanjutkan pendidikan ke Universitas Lampung melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Selain ingin kembali ke kampung halamannya, Hilal juga tertarik dengan program studi yang dipilihnya, yakni Teknik Geodesi atau Geomatika.
"Saya lolos di SNBT di Universitas Lampung, sekalian saya pulang kampung karena orang tua asal sana juga," jelasnya.
Kesempatan tersebut menjadi langkah awal baginya untuk mengembangkan minat di bidang pemetaan dan teknologi geospasial.
Hilal mengatakan banyak pengalaman dan kenangan yang ia dapatkan selama menempuh pendidikan di SMAN 3 Ketapang.
Kebersamaan dengan teman-teman serta para guru menjadi bagian yang akan selalu diingat meski kini harus melanjutkan perjalanan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Seru sih belajar di sini. Setelah lulus, tentunya perasaannya campur aduk ya, senang sudah lulus tapi sedih juga meninggalkan sekolah," ungkap Hilal.
Di sisi lain, Amel harus menghadapi kenyataan belum berhasil lolos pada Seleksi Mandiri Berbasis Tes (SMBT) Universitas Tanjungpura untuk Program Studi Ekonomi.
Meski demikian, ia tidak menjadikan kegagalan tersebut sebagai alasan untuk berhenti mengejar pendidikan.
Amel akhirnya memilih melanjutkan kuliah di Politap dengan mengambil Program Studi Manajemen Agribisnis.
"Awalnya ingin kuliah di luar, pengen masuk jurusan Ekonomi di UNTAN, tapi kemarin enggak lolos tes. Jadi ambil kuliah di Ketapang saja, ambil jurusan Manajemen Agribisnis," ungkapnya.
Meski akan melanjutkan perjalanan ke tempat dan jurusan yang berbeda, para lulusan tersebut memiliki kenangan yang sama selama menempuh pendidikan di SMAN 3 Ketapang.
Masa-masa belajar, kebersamaan dengan teman, hingga berbagai pengalaman di sekolah menjadi bagian yang sulit dilupakan.
Kelulusan bukan hanya menandai berakhirnya masa SMA, tetapi juga menjadi awal langkah mereka dalam meraih cita-cita di masa depan. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.