TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah konflik keluarga berujung tragedi memilukan, seorang wanita muda tewas di tangan ayah kandungnya sendiri. 

Peristiwa tersebut terjadi setelah keduanya terlibat pertengkaran yang dipicu persoalan pernikahan berbeda kasta yang dilaksanakan korban.

Dilansir dari India Today, Selasa (2/6/2026) kejadian ini terjadi di kawasan Kalyan Barat, Maharashtra, India, tepatnya di sebuah apartemen di kompleks Rachna Royal, Parekarwadi.

Menurut keterangan kepolisian, korban diindentifikasi sebagai Gayatri Vasekar. 

Saat kejadian, ia tengah berada di rumah orang tuanya untuk sementara waktu setelah sebelumnya menikah dan tinggal bersama suaminya.

Pada hari kejadian, anggota keluarga disebut baru saja menyelesaikan makan siang bersama. 

Namun suasana yang awalnya tenang, berubah tegang ketika Gayatri terlibat adu argumen dengan ayahnya, Vinod Vasekar.

Penyelidik menyebut pertengkaran itu berlangsung cukup sengit. 

Dalam kondisi emosi, Vinod diduga mengambil senjata tajam dan menyerang putrinya sendiri.

Serangan tersebut mengakibatkan luka fatal yang membuat Gayatri meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Usai insiden berdarah itu, Vinod langsung melarikan diri. 

Kepergiannya membuat keluarga korban syok, sementara polisi segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.
Setelah tiga hari pencarian, polisi akhirnya berhasil menemukan dan menangkap Vinod. 

Penangkapan tersebut membuka fakta baru mengenai motif di balik kasus pembunuhan tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, konflik antara ayah dan anak itu diduga berkaitan dengan pernikahan Gayatri. 

Polisi mengungkapkan bahwa korban sebelumnya menikah dengan pria dari kasta yang berbeda.

Vinod mengaku Keputusan putrinya itu tidak pernah disetujui oleh seluruh pihak keluarga.

Bahkan Vinod sejak awal menentang hubungan tersebut. 

Ia bahkan disebut pernah mencoba menjodohkan putrinya dengan pria pilihan keluarga dalam dua kesempatan berbeda. 

Namun Gayatri menolak dan tetap memilih menikah dengan pria yang dicintainya.

Meski pernikahan tersebut telah berlangsung, ketidaksetujuan sang ayah diduga tidak pernah benar-benar mereda. 

Polisi meyakini persoalan lama itu kembali mencuat ketika Gayatri pulang ke rumah orang tuanya.

Perdebatan yang terjadi pada hari kejadian diduga berawal dari pembahasan mengenai pernikahan tersebut. 

Emosi yang memuncak kemudian berujung pada aksi kekerasan yang merenggut nyawa korban.

Selama pemeriksaan, Vinod dilaporkan mengakui perbuatannya kepada penyidik. 

Ia disebut mengaku masih menyimpan kemarahan terkait keputusan putrinya menikah dengan pria dari kasta berbeda.

Ia tidak dapat menerima pilihan putrinya tersebut.

Kasus ini kembali memunculkan perbincangan mengenai konflik keluarga yang dipicu perbedaan pandangan terkait pernikahan. 

Di sisi lain, banyak pihak menyayangkan tragedi yang berakhir dengan hilangnya nyawa seorang anak akibat perselisihan di dalam keluarga sendiri.

Saat ini, Vinod telah dibawa ke Pengadilan Kalyan. 

Hakim memutuskan untuk menempatkannya dalam tahanan polisi selama empat hari guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

 

(cr19/tribun-medan.com)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.