TRIBUNJATIM.COM - Seorang siswa SMP di Kota Blitar, Jawa Timur, dilaporkan melakukan panggilan iseng ke layanan darurat kepolisian 110 yang terhubung langsung dengan petugas jaga Polres Blitar Kota.

Layanan tersebut sejatinya digunakan untuk kondisi darurat dan membutuhkan respons cepat dari aparat kepolisian.

Saat panggilan diangkat oleh petugas, terdengar suara siswa yang berteriak meminta pertolongan dengan nada panik, meski kemudian diketahui situasi tersebut bukan kejadian darurat.

“Tulung. Tulung. Tulung. Tolongi saya. Plis tolong.”

Rekaman suara itu diunggah di akun Instagram Polres Blitar Kota sebagai salah satu contoh penyalahgunaan Saluran 110 bebas pulsa.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris T Lalo membenarkan adanya telepon penyalahgunaan ke Saluran 110 ini.

“Kejadiannya dua pekan lalu. Setelah berteriak minta tolong, penelpon yang ternyata hanya prank itu menutup teleponnya,” ujar Lalo kepada Kompas.com, Rabu (27/5/2026) sore.

Baca juga: Akhir Polemik Ijazah Tertahan di Gadingmangu Jombang, Mediasi Berhasil, Hak Siswa Kini Diserahkan

Sempat Menduga Terjadi Perundungan

Namun dengan peralatan yang dimiliki, kata Lalo, petugas piket dapat mengidentifikasi lokasi penelepon, yakni di sebuah sekolah di Kota Blitar.

Melihat lokasi penelepon, petugas sempat menduga terjadi perundungan di sekolah terhadap penelepon.

Satu tim petugas segera mendatangi sekolah tersebut dan menemui guru guna menginformasikan adanya nomor ponsel tertentu yang menghubungi Layanan 110.

“Akhirnya dapat ditemukan siswa yang menelepon tersebut dan ternyata siswa tersebut hanya iseng saja,” terangnya.

“Bersama para guru, petugas mengingatkan kepada segenap siswa sekolah untuk tidak main-main menggunakan layanan tersebut,” imbuhnya.

Baca juga: Siswa SMP Dibawa ke Kantor Polisi karena Tak Datang saat Ijab Kabul, Ibu Korban Kecewa Anak Dinodai

Tetap Menjawab Setiap Telepon

Penyalahgunaan Layanan 110 tidak hanya terjadi sekali itu saja.

Meskipun tidak sering, petugas piket telah beberapa kali menerima penelepon yang hanya iseng.

Apalagi, saluran 110 tersebut bebas pulsa dan bahkan dapat dihubungi dari nomor ponsel yang tidak memiliki pulsa.

“Tapi yang lebih sering itu ‘miscall’. Jadi begitu diangkat petugas, teleponnya dimatikan,” ungkap Lalo.

Lalo memastikan petugas piket akan tetap menjawab setiap telepon yang masuk.

“Penelepon iseng, prank ini saya pastikan tidak membuat petugas enggan menjawab. SOP-nya sudah jelas, harus menjawab setiap telepon yang masuk,” tegasnya.

Saat ini, kata Lalo, petugas piket Layanan 110 Polres Blitar Kota rata-rata menerima telepon permintaan bantuan dari masyarakat sebanyak tiga kali dalam sehari.

Lalo menyebut angka itu terbilang masih rendah sehingga sosialisasi layanan tersebut terus digencarkan kepada masyarakat luas.

Ia menjelaskan, layanan 110 bertujuan memberikan bantuan cepat kedaruratan yang dihadapi warga, mulai dari terjadinya tindak kriminal hingga kecelakaan lalu lintas.

Selain itu juga bisa untuk meminta informasi cara mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Petugas juga melayani warga yang ingin informasi bagaimana cara mengurus SIM atau mungkin SKCK,” ujarnya.

“Atau melaporkan adanya kebakaran, misalnya. Petugas akan meneruskan informasi ke Unit Damkar setempat,” tambah Lalo.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.