TRIBUN-TIMUR.COM — Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan (KemenHAM Sulsel) menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi masyarakat di Universitas Bosowa (Unibos), Selasa (19/5/2026).
Kegiatan bertema “Moralitas Digital: Etika Berkomunikasi dan Penghormatan Ruang Privat” ini diikuti sekitar 300 mahasiswa dan civitas akademika di Balai Sidang 45 Unibos.
Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Sulsel melalui Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Idawati Parapak, menekankan pentingnya membangun literasi HAM di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media digital.
Menurutnya, ruang digital harus dimanfaatkan secara bijak dengan mengedepankan etika komunikasi, saling menghormati, serta menjaga hak privasi setiap individu.
“Kehadiran media digital harus dibarengi kesadaran moral dan tanggung jawab dalam berinteraksi agar tidak menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia,” ujarnya.
Pihak Universitas Bosowa menyambut positif kegiatan tersebut. Direktur Akademik dan Sistem Informasi Unibos, Dr. Burhan, S.Pd., M.Pd., berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan KemenHAM Sulsel dapat terus diperkuat melalui berbagai program akademik maupun pengabdian masyarakat.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KemenHAM Sulsel dan Universitas Bosowa sebagai langkah memperkuat edukasi HAM di lingkungan kampus.
Sejumlah narasumber turut memberikan materi terkait moralitas digital dan implementasi HAM di perguruan tinggi. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra, Dr. Andi Hamsiah, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya etika komunikasi dan penggunaan media sosial secara bertanggung jawab.
Sementara itu, Ketua Program Studi PPKN, Dr. Masni, S.Pd., M.Pd., menjelaskan penerapan nilai HAM dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan menghormati hak setiap individu.
Ketua Program Studi PGSD, Nurwidyayanti, S.Pd., M.Pd., juga mengajak mahasiswa membangun moralitas digital berbasis empati, rasa hormat, dan tanggung jawab bersama dalam interaksi di ruang digital.
Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan berbagai isu aktual, seperti penggunaan akun kedua di media sosial hingga mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran HAM di ruang digital.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Sulsel, Daniel Rumsowek, menegaskan bahwa penguatan moralitas digital menjadi kebutuhan penting di era modern saat ini.
“Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, kami ingin memastikan nilai-nilai HAM dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di ruang digital,” tegasnya.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.