TRIBUNNEWS.COM – Green Building Council Indonesia memperkuat pengembangan standar rumah hijau di Indonesia melalui penerapan pilot project GREENSHIP Homes v2.0 pada kawasan Tatar Surawisesa di Kota Baru Parahyangan.

Kawasan hunian tersebut berhasil meraih peringkat Platinum, level tertinggi dalam sistem sertifikasi GREENSHIP Homes.

Penyerahan sertifikat dan plakat dilakukan oleh Wakil Ketua Umum GBCI Prasetyoadi kepada Direktur Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali dalam seremoni yang berlangsung di Bumi Luhur Coffee & Space, Selasa (21/4/2026).

Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan tur ke unit rumah tersertifikasi di kawasan Cluster Tatar Surawisesa.

Seiring meningkatnya pembangunan kawasan hunian di Indonesia akibat urbanisasi dan kebutuhan masyarakat terhadap lingkungan tinggal yang lebih sehat, rumah tinggal dinilai memiliki peran penting dalam penggunaan energi, air, material, hingga kualitas ruang hidup penghuninya.

Melalui GREENSHIP Homes, GBCI mendorong pendekatan hunian yang lebih terukur dalam pengelolaan sumber daya dan kualitas lingkungan binaan pada skala rumah tinggal.

GREENSHIP Homes merupakan sistem sertifikasi yang menilai rumah ramah lingkungan berdasarkan berbagai aspek keberlanjutan, mulai dari penggunaan lahan, efisiensi energi dan air, pengelolaan material, hingga kesehatan dan kenyamanan penghuni.

Sebagai pengembang standar bangunan hijau di Indonesia, GBCI mengembangkan GREENSHIP Homes v2.0 untuk menyesuaikan konsep rumah hijau dengan tantangan lingkungan dan kebutuhan hunian saat ini.

Baca juga: Mandatalam Earth Run 2025 ‘1 BIB 1 Bibit’: Lari dan Lestarikan Bumi di Kota Baru Parahyangan

Sebagai pilot project GREENSHIP Homes v2.0, Tatar Surawisesa menjadi bagian dari implementasi awal sistem sertifikasi terbaru tersebut.

Skema ini mendorong pengembangan rumah yang lebih efisien dalam penggunaan energi dan air, sekaligus mendukung kualitas ruang hidup penghuni melalui pendekatan desain dan pengelolaan yang lebih terukur.

Tatar Surawisesa meraih peringkat Platinum dengan total 50 poin melalui penilaian terhadap sejumlah kategori, meliputi tepat guna lahan, efisiensi dan konservasi energi, konservasi air, pengelolaan material dan sumber daya, kesehatan serta kenyamanan dalam ruang, hingga manajemen lingkungan bangunan.

Capaian tertinggi diperoleh pada kategori kesehatan dan kenyamanan dalam ruang.

“GREENSHIP Homes v2.0 dikembangkan untuk memperkuat standar rumah hijau yang lebih relevan dengan tantangan lingkungan dan kebutuhan hunian saat ini. Melalui pilot project ini, GBC Indonesia mendorong agar rumah tinggal dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga memperhatikan efisiensi sumber daya, kualitas ruang hidup, dan kesehatan penghuninya secara terukur,” ujar Prasetyoadi.

Melalui pengembangan GREENSHIP Homes v2.0, GBCI menyebut akan terus memperluas penerapan prinsip keberlanjutan pada sektor hunian di Indonesia.

Pilot project seperti Tatar Surawisesa dinilai menjadi bagian dari pengembangan standar rumah hijau nasional yang mendorong kualitas lingkungan binaan yang lebih sehat, efisien, serta responsif terhadap tantangan perkotaan di masa mendatang.

 

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.